KaMedia – Viral di media sosial sebuah armada Suroboyo Bus mengeluarkan kepulan asap tebal saat melintas di Jalan Raya Darmo, Surabaya, Sabtu (20/6/2026) sore. Peristiwa itu sempat membuat penumpang panik dan bergegas keluar dari bus untuk menyelamatkan diri karena diduga terjadi kebakaran.
Namun, Pemerintah Kota Surabaya memastikan bahwa insiden tersebut bukanlah kebakaran seperti yang ramai dinarasikan di media sosial.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa asap tebal yang keluar dari armada Suroboyo Bus berasal dari gangguan teknis pada sistem pembuangan, bukan karena adanya api yang membakar badan bus.
Menurut Trio, penyebab munculnya asap adalah oli yang merembes dan masuk ke saluran pembuangan atau knalpot. Saat bus beroperasi, suhu knalpot yang tinggi membuat oli tersebut menguap dan menghasilkan kepulan asap tebal yang sekilas tampak seperti kebakaran.
“Karena kondisi knalpot yang panas saat operasional, oli tersebut menguap dan menimbulkan kepulan asap tebal yang terlihat seperti kebakaran,” ujarnya.
Meski sempat memicu kepanikan, kru Suroboyo Bus disebut bergerak cepat menjalankan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan. Armada langsung ditepikan dan seluruh penumpang dievakuasi dengan aman untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Begitu terjadi gangguan, kru langsung menjalankan SOP keselamatan dengan menepikan armada dan menurunkan seluruh penumpang. Tidak ada korban maupun kerugian material besar akibat insiden ini. Kondisi penumpang dan kru aman,” tegas Trio.
Setelah kejadian, Dinas Perhubungan Surabaya juga langsung melakukan penanganan cepat. Armada yang mengalami gangguan teknis segera ditarik ke pool untuk menjalani pemeriksaan, perbaikan, serta pembersihan sistem pembuangan agar dapat kembali beroperasi secara normal.
Trio pun meluruskan berbagai informasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa tidak pernah terjadi kebakaran pada armada Suroboyo Bus tersebut.
“Narasi Suroboyo Bus terbakar adalah salah paham. Yang terjadi sebenarnya adalah gangguan teknis akibat oli masuk ke knalpot sehingga menimbulkan asap tebal, tanpa ada kobaran api yang membakar bodi bus,” pungkasnya.











