HeadlineKesehatanSidoarjo

Dinkes Sidoarjo Genjot Perang Melawan TBC, Ribuan Kasus Ditemukan dan Desa Digerakkan Jadi Garda Terdepan

×

Dinkes Sidoarjo Genjot Perang Melawan TBC, Ribuan Kasus Ditemukan dan Desa Digerakkan Jadi Garda Terdepan

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo terus mengintensifkan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) hingga ke tingkat desa. Langkah ini dilakukan menyusul masih tingginya angka kasus TBC yang ditemukan di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.992 kasus Tuberkulosis telah berhasil ditemukan. Jumlah tersebut setara dengan 30,68 persen dari estimasi total 6.492 kasus TBC yang diperkirakan ada di Kabupaten Sidoarjo.

Untuk mengejar target penemuan kasus sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan, Dinkes Sidoarjo memperkuat berbagai strategi pencegahan dan pengendalian penyakit menular tersebut. Salah satunya melalui skrining masif kepada kelompok masyarakat yang berisiko tinggi terpapar TBC.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwastina, mengatakan pemerintah daerah tidak hanya fokus menemukan kasus baru, tetapi juga memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas agar rantai penularan dapat diputus.

“Kami terus memperkuat skrining aktif dengan menyasar kelompok risiko. Selain itu, pelacakan kontak erat pasien juga dilakukan untuk mendeteksi kasus lebih dini sehingga pengobatan bisa segera diberikan,” ujar dr. Lakhsmie.

Menurutnya, keberhasilan penanganan TBC tidak hanya bergantung pada penemuan kasus, tetapi juga kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan yang membutuhkan waktu cukup panjang.

Karena itu, Dinkes Sidoarjo memperkuat pendampingan minum obat bagi pasien TBC guna meningkatkan angka kesembuhan dan mencegah munculnya kasus resisten obat.

“Penguatan pendampingan minum obat sangat penting untuk meningkatkan angka kesembuhan. Di saat yang sama, investigasi kontak terus dilakukan untuk memutus rantai penularan dari kasus sumber,” tegasnya.

Selain itu, Dinkes juga mengoptimalkan program Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi masyarakat yang belum menunjukkan gejala, namun memiliki risiko tinggi tertular penyakit tersebut.

Penguatan kolaborasi lintas sektor bersama seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) juga menjadi fokus utama. Mulai dari ketepatan waktu pencatatan dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), pelaksanaan skrining aktif, hingga percepatan pengobatan ketika kasus ditemukan.

Tidak berhenti di situ, Dinkes Sidoarjo juga menggencarkan sosialisasi ke seluruh desa untuk membentuk Desa Siaga TBC. Program ini diharapkan mampu menjadikan masyarakat sebagai ujung tombak dalam menemukan kasus sejak dini sekaligus mendampingi pasien selama menjalani pengobatan.

“Melalui pembentukan Desa Siaga TBC, kami ingin desa lebih aktif dalam penemuan kasus, edukasi masyarakat, serta pendampingan pasien agar pengobatan berjalan tuntas dan berhasil,” tambahnya.

Langkah agresif yang dilakukan Dinkes Sidoarjo ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pengendalian TBC di daerah. Dengan keterlibatan masyarakat, fasilitas kesehatan, dan pemerintah desa, diharapkan semakin banyak kasus yang dapat ditemukan lebih awal sehingga penyebaran penyakit menular tersebut dapat ditekan secara signifikan.