HeadlineJatimKesehatan

Tetap Tenang, Tetap Siaga: Cara Sidoarjo Menjaga Diri dari Ancaman Virus Nipah

×

Tetap Tenang, Tetap Siaga: Cara Sidoarjo Menjaga Diri dari Ancaman Virus Nipah

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Di balik aktivitas warga Sidoarjo yang berjalan seperti biasa, pasar yang ramai, sekolah yang kembali hidup, dan pelayanan kesehatan yang terus berdenyut, ada kerja senyap yang tak banyak terlihat. Di ruang-ruang laporan dan layar pemantauan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, kewaspadaan terus dijaga. Bukan karena ada wabah, melainkan karena tanggung jawab untuk mencegahnya.

Ancaman itu bernama Virus Nipah. Hingga hari ini, virus yang secara alami dibawa oleh kelelawar buah tersebut belum ditemukan di Indonesia, apalagi di Sidoarjo. Namun justru karena itulah langkah antisipasi diperkuat.

“Kami selalu berada dalam kondisi siaga melalui penguatan sistem surveilans penyakit di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes, Rabu (6/2/2026).

Bagi Dinkes Sidoarjo, kewaspadaan bukan berarti kepanikan. Pemantauan laporan kesehatan dilakukan secara berkala, disertai koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Kesehatan. Semua dirancang agar jika ada tanda sekecil apa pun, sistem sudah siap merespons.

Virus Nipah memang bukan penyakit baru di dunia. Ia pernah muncul di sejumlah negara dan dikenal memiliki tingkat keparahan yang tinggi. Penularannya bisa terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, hingga kontak erat antarmanusia dalam kondisi tertentu.

Karena karakteristik itulah pemerintah pusat meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah pencegahan dini.Gejalanya pun kerap menipu. Demam, sakit kepala, dan nyeri otot, sekilas mirip flu biasa. Namun pada sebagian kasus, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak. Di titik inilah kesadaran masyarakat menjadi penting.

“Kami mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala berat, terutama setelah kontak dengan hewan atau bepergian dari daerah berisiko,” jelas Lakhsmie.

Namun pesan utama yang ingin disampaikan Dinkes Sidoarjo tetap satu: masyarakat tidak perlu panik. Pencegahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, menjaga kebersihan diri, menghindari konsumsi buah atau makanan yang berpotensi terkontaminasi hewan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam keseharian.

Informasi resmi terkait Virus Nipah, lanjut Lakhsmie, akan terus disampaikan melalui kanal Kementerian Kesehatan dan dinas kesehatan setempat. Masyarakat juga diimbau tidak mudah percaya pada kabar yang belum jelas sumbernya.

Di tengah arus informasi yang cepat dan kadang menyesakkan, Sidoarjo memilih satu sikap: tenang, waspada, dan siap. Karena menjaga kesehatan masyarakat bukan hanya soal menangani penyakit, tetapi juga memastikan rasa aman tetap hidup, bahkan sebelum ancaman itu benar-benar datang.