KaMedia – Suasana hangat dan penuh rasa syukur menyelimuti Rumah Sakit KORPRI Pura Raharja, Jalan Pucang Adi Surabaya, Jumat (9/1/2026) sore. Di tempat yang lahir dari semangat kebersamaan para abdi negara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi meluncurkan RS KORPRI Pura Raharja sebagai aset KORPRI Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Peluncuran ditandai dengan penarikan kain penutup papan aset rumah sakit oleh Gubernur Khofifah, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, CEO RS KORPRI Pura Raharja Prof. dr. Joni Wahyuhadi, dan Direktur RS dr. Makhyan Jibril Al-Farabi.
Momentum ini menjadi penanda babak baru pengelolaan rumah sakit yang telah berdiri sejak 1990 tersebut. Sebagai wujud rasa syukur, Khofifah juga menyerahkan secara simbolis satu unit ambulans untuk mendukung operasional pelayanan kesehatan. Penyerahan ini disambut haru oleh jajaran manajemen dan tenaga medis yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan.
“Alhamdulillah, sore hari ini kita melaksanakan tasyakuran Rumah Sakit KORPRI Pura Raharja. Kalau kita bersyukur, insya Allah nikmat yang kita terima akan ditambahkan oleh Allah SWT,” tutur Gubenur Khofifah.
RS KORPRI Pura Raharja awalnya berada di bawah naungan Yayasan Bhineka Karya. Seiring perjalanan panjangnya, aset dan pengelolaan rumah sakit diserahkan kepada Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Jawa Timur. Kini, Perkumpulan Abdi Negara Jawa Timur resmi memegang izin operasional RS KORPRI Pura Raharja untuk periode 2021–2026.
Gubernur Khofifah menilai, perubahan status ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, profesional, dan berorientasi pada masyarakat.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari ikhtiar memberikan layanan medis yang lebih terorganisir dan integratif. Rumah sakit ini adalah dedikasi KORPRI, yang sejak awal memang diabdikan untuk masyarakat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar fasilitas kesehatan, Khofifah menyebut RS KORPRI Pura Raharja sebagai amal jariyah KORPRI. Rumah sakit ini lahir dari semangat urunan dan gotong royong para abdi negara, yang manfaatnya diharapkan terus mengalir lintas generasi.
“Ini jariyah KORPRI. Insya Allah ke depan akan ada audit bangunan, keuangan, dan peralatan, semuanya untuk kebaikan bersama dan peningkatan pelayanan,” jelasnya.
Peluncuran ini juga menarik perhatian tamu internasional. Sejumlah delegasi luar negeri turut hadir, di antaranya Konsulat Jenderal Amerika Serikat Christopher Green, Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok Zhang Yusen, serta Konsul Kehormatan India untuk Jawa Timur Manoj Bhat. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa meski berdiri di lahan terbatas, RS KORPRI Pura Raharja mampu menunjukkan kualitas dan dampak yang diakui hingga tingkat global.
Saat ini, RS KORPRI Pura Raharja didukung oleh 239 pegawai, terdiri dari 40 dokter, 95 karyawan tetap, 74 karyawan kontrak, dan 30 tenaga outsourcing. Khofifah pun menyempatkan diri berkeliling rumah sakit, menyapa tenaga kesehatan serta pasien, mulai dari ruang pendaftaran, layanan rawat jalan, hingga ruang rawat inap.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan rasa bangganya. Menurutnya, KORPRI Jawa Timur menjadi satu-satunya KORPRI di Indonesia yang memiliki rumah sakit sendiri.
“Yang berubah saat ini adalah pengelolaan di tingkat manajemen puncak. Setelah melalui proses panjang, langkah pertama yang kami lakukan adalah audit bangunan,” ungkapnya.
Ke depan, RS KORPRI Pura Raharja akan terus dikembangkan, termasuk pembangunan gedung rawat jalan di dua kavling yang dimiliki serta penataan sistem parkir. Rumah sakit ini juga ditargetkan naik kelas menjadi rumah sakit umum tipe C dengan layanan unggulan kesehatan ibu dan bayi.
“Yang terpenting, pengembangan ini tidak membebani APBD. KORPRI sudah berikhtiar bersama, dan ini menjadi bukti bahwa gotong royong masih hidup dan nyata,” pungkas Adhy.











