HeadlineNasionalOlahraga

Dibantai Wamena United, Celebest FC Tetap Selamat ke 16 Besar

×

Dibantai Wamena United, Celebest FC Tetap Selamat ke 16 Besar

Sebarkan artikel ini
Perjuangan keras Celebest FC ( kuning) gagal dihadapan Wamena United ( hijau), dan tunduk 3-1 dari tim Papua Pegunungan tersebut

KaMesia – Celebest FC nyaris pulang dengan kepala tertunduk. Setelah tampil meyakinkan di dua laga awal, wakil Kota Palu itu justru ambruk pada pertandingan penentuan. Tak tanggung-tanggung, Celebest dihajar Wamena United tiga gol tanpa balas dalam laga terakhir Grup U Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 di Stadion Sriwedari, Surakarta, Selasa (16/6/2026).

Kekalahan 0-3 tersebut menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan Lukman Masiara. Lebih menyakitkan lagi, tiga gol Wamena United lahir dari permainan yang sebenarnya masih bisa diantisipasi. Yan Sama tampil sebagai mimpi buruk Celebest lewat dua gol pada menit ke-45 dan 76, sementara satu gol lainnya dicetak Roy Wakerwa pada menit ke-62.

Beruntung bagi Celebest, nasib baik masih berpihak. Saat mereka pasrah menunggu hasil pertandingan lain, kejutan datang dari Persada Sumba Barat Daya yang sukses menumbangkan tuan rumah Persebi Boyolali 2-1. Hasil itu menjadi tiket penyelamat Celebest menuju babak 16 besar.

Celebest finis di posisi kedua klasemen dengan empat poin hasil satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Sementara Wamena United tampil sebagai penguasa grup dengan koleksi tujuh poin.

“Alhamdulillah, Celebest lolos ke babak 16 besar meski kalah. Ini pemberian dari Allah setelah kami sudah pasrah karena kekalahan tadi,” ujar Lukman Masiara usai pertandingan.

Namun, sang pelatih tak bisa menutupi kekecewaannya. Menurutnya, permainan anak asuhnya jauh dari standar yang selama ini ditampilkan.

“Kami akan evaluasi total. Seharusnya kami tidak kalah, apalagi sampai 0-3,” tegas pelatih asal Palu tersebut.

Padahal, Celebest sempat tampil menjanjikan. Pada lima menit awal, Gio Laode langsung mengancam pertahanan lawan. Junaedi bahkan memaksa kiper Wamena United bekerja keras menyelamatkan gawangnya.

Semua berubah menjelang turun minum. Gol jarak jauh Yan Sama pada menit ke-45 yang lahir akibat kelengahan lini belakang membuat mental pemain Celebest runtuh. Setelah itu, permainan mereka kehilangan arah dan Wamena United semakin leluasa mengendalikan pertandingan.

Manajer Celebest, Ahmadi Buraera, menegaskan bahwa kekalahan memalukan ini harus menjadi yang terakhir jika tim ingin mewujudkan target promosi ke Liga 3.

“Kekalahan ini sudah kami lupakan, tetapi pelajarannya tidak boleh dilupakan. Babak 16 besar adalah penentuan. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan,” tegasnya.

Kini Celebest memang masih hidup. Namun jika performa seperti saat menghadapi Wamena United kembali terulang, mimpi menuju Liga 3 bisa berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan.