EkonomiHeadlineJatimPemerintahan

Gubernur Khofifah Perkuat Kemitraan Jawa Timur–Saint Petersburg, Bidik Kolaborasi Kapal Cepat Hingga Pusat Kanker Modern

×

Gubernur Khofifah Perkuat Kemitraan Jawa Timur–Saint Petersburg, Bidik Kolaborasi Kapal Cepat Hingga Pusat Kanker Modern

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Delegasi Saint Petersburg, Federasi Rusia, yang dipimpin Ketua Majelis Legislatif Saint Petersburg, Alexander N. Belskiy, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (12/6)./ Foto : Pemprov Jatim.

KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Delegasi Saint Petersburg, Federasi Rusia, yang dipimpin Ketua Majelis Legislatif Saint Petersburg, Alexander N. Belskiy, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (12/6). Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama internasional di berbagai sektor, mulai dari industri perkapalan, pendidikan, riset dan teknologi, hingga pengembangan layanan kesehatan modern.

Kunjungan ini tidak hanya melibatkan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tetapi juga menghadirkan Rektor ITS Surabaya Bambang Pramujati dan para pelaku industri perkapalan. Kehadiran unsur akademisi dan dunia usaha menegaskan keseriusan kedua pihak dalam membangun kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas komitmen Saint Petersburg untuk mempererat hubungan dengan Jawa Timur. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari berbagai kerja sama yang dapat segera ditindaklanjuti.

Selamat datang di Jawa Timur. Ini merupakan kehormatan bagi kami. Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi langkah produktif yang dapat kita lanjutkan bersama dalam bentuk kerja sama nyata,” ujar Khofifah.

Menurutnya, peran perguruan tinggi sangat penting dalam memperkuat kolaborasi internasional, terutama di bidang riset, inovasi, dan pengembangan teknologi. Karena itu, keterlibatan ITS dinilai menjadi modal besar dalam membangun kerja sama dengan Saint Petersburg, khususnya pada sektor pengembangan kapal cepat dan teknologi maritim.

“Perguruan tinggi memiliki kekuatan sumber daya manusia serta kemampuan research and development. Karena itu, sinergi dengan ITS yang memiliki kompetensi teknologi sangat kuat menjadi bagian penting bagi Jawa Timur maupun Indonesia,” katanya.

Khofifah menilai Saint Petersburg memiliki banyak kesamaan dengan Jawa Timur. Selain dikenal sebagai pusat pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, dan industri, kota tersebut juga merupakan pelabuhan utama Rusia yang memiliki teknologi perkapalan sangat maju.

Kesamaan karakter tersebut membuka peluang kolaborasi besar di sektor maritim, mulai dari transportasi laut, logistik, teknologi pelabuhan, hingga pengembangan ekonomi maritim.

“Teknologi dan industri perkapalan di Saint Petersburg sangat maju. Sementara Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai penghubung Indonesia Barat dan Timur. Dari 41 jalur tol laut nasional, sebanyak 24 jalur beroperasi dari Jawa Timur. Artinya, kontribusi Jawa Timur terhadap konektivitas nasional sangat besar,” jelasnya.

Karena itu, kerja sama di bidang teknologi digital, penelitian, pendidikan, dan industri diyakini akan memberikan dampak signifikan bagi percepatan pembangunan Jawa Timur di masa depan.

Selain sektor maritim, Khofifah juga secara khusus menawarkan peluang kerja sama dibidang kesehatan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan cancer center atau pusat layanan kanker terpadu yang saat ini telah berkembang pesat di Saint Petersburg.

Menurutnya, pengalaman dan teknologi yang dimiliki Saint Petersburg dapat menjadi referensi penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur.

“Saat ini cancer center di Saint Petersburg berkembang sangat maju. Kami ingin menjajaki kerja sama yang lebih spesifik untuk pengembangan pusat layanan kanker di Jawa Timur sehingga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat semakin meningkat,” ungkapnya.

Khofifah menambahkan, Jawa Timur memiliki rumah sakit milik pemerintah provinsi dengan kapasitas terbesar di Indonesia yang terus dikembangkan. Karena itu, peluang kolaborasi di sektor kesehatan dinilai sangat terbuka dan menjanjikan.

Di penghujung pertemuan, Khofifah menegaskan bahwa kemitraan antara Jawa Timur dan Saint Petersburg bukan hanya soal kerja sama antarlembaga, tetapi juga tentang membangun masa depan bersama melalui kolaborasi yang saling menguntungkan.

“Kolaborasi adalah kunci, sinergi adalah energi, dan persahabatan adalah jembatan menuju kemajuan bersama. Ini adalah langkah awal menuju kemitraan yang lebih erat, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur maupun Saint Petersburg,” tegasnya.

Pemprov Jawa Timur, lanjut Khofifah, akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri guna menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, Ketua Majelis Legislatif Saint Petersburg Alexander N. Belskiy menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menilai potensi kerja sama antara Saint Petersburg dan Jawa Timur sangat besar, terutama di bidang industri perkapalan, teknologi, pendidikan, dan kesehatan.

“Kami sangat senang dengan hubungan yang terjalin antara Indonesia dan Federasi Rusia. Saint Petersburg memberikan perhatian khusus terhadap peluang kemitraan strategis dengan Jawa Timur. Potensinya sangat besar dan kami berharap dapat menjadi mitra yang produktif, inovatif, serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat kedua wilayah,” ujar Alexander.

Headline

KaMedia – Penantian panjang serta rasa penasaran keder PKB se Jawa Timur akhirnya terjawab. Setelah melalui serangkaian proses dan tahapan organisasi yang cukup panjang, DPP PKB akhirnya menetapkan nama-nama Ketua…