EkonomiGaya HidupHeadlineSidoarjo

Sidoarjo Dorong Kuliner Lokal Jadi Ikon Wisata, Kupang Balongdowo dan Seafood Kalanganyar Jadi Andalan

×

Sidoarjo Dorong Kuliner Lokal Jadi Ikon Wisata, Kupang Balongdowo dan Seafood Kalanganyar Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
Kuliner khas Sidoarjo Lontong Kupang. Makanan yang sangat lezat dan hanya bisa dinikmati di Kabupaten Sidoarjo. Makanan ini selalu tersaji saat para pejabat Sidoarjo menjamu para tamu / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong kuliner lokal menjadi bagian penting dari pengembangan pariwisata. Tidak sekadar sebagai sajian, makanan khas daerah diharapkan mampu menjadi daya tarik yang membuat wisatawan datang dan kembali ke Kota Delta.

Dua sentra kuliner yang kini menjadi perhatian adalah Kupang Balongdowo, Kecamatan Candi, dan kuliner seafood Kalanganyar, di kawasan pesisir timur Sidoarjo.

Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, S. Sos, M.Si, kupang Sidoarjo memiliki cita rasa khas yang sulit ditemukan di daerah lain. Salah satu kuncinya adalah penggunaan petis asli produksi Sidoarjo sebagai bumbu utama

” Kuliner kupang di Balongdowo ini sudah lama dikenal masyarakat. Dengan bahan dasar petis asli Sidoarjo, rasanya menjadi ciri khas yang bisa kita jadikan ikon wisata kuliner Kota Delta,” ujarnya.

Kupang merupakan kerang berukuran kecil yang umumnya disajikan bersama lontong, lentho, sate kerang, dan kuah petis yang kental. Perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas menjadi kekuatan tersendiri yang membuat kuliner ini digemari warga lokal maupun wisatawan yang melintas di jalur Surabaya-Sidoarjo.

Selain kupang, Sidoarjo memiliki kekayaan kuliner yang bersumber dari kawasan pesisir dan tambak. Kondisi geografis Sidoarjo yang berada di antara aliran Sungai Brantas dan Sungai Porong membuat daerah ini memiliki potensi perikanan dan tambak yang besar.Salah satu kawasan yang menonjol adalah Kalanganyar.

Di sentra kuliner ini, pengunjung dapat menikmati beragam olahan ikan hasil tambak. Bandeng menjadi salah satu menu yang paling banyak diminati. Bandeng bakar tanpa duri menjadi pilihan favorit, sementara aneka ikan segar lainnya dapat dinikmati dengan sambal pencit dan sambal terasi khas pesisir.

Potensi tersebut dinilai bisa menjadi paket wisata kuliner yang mempertemukan kekayaan rasa Sidoarjo dari kawasan daratan hingga pesisir.

Pengembangan kuliner wisata Sidoarjo tidak berhenti pada kupang dan seafood. Pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada sentra oleh-oleh dan jajanan tradisional.

Salah satunya Cipta Rasa Klepon di Kampung Balang, Prambon. Sentra ini mengemas jajanan tradisional dalam tampilan yang lebih kekinian tanpa meninggalkan karakter khas klepon.

Ada pula sentra kerupuk udang di Jalan Jenggolo, pusat Kota Sidoarjo, salah satunya Counter Krupuk Udang Legong Bali.

Pemerintah daerah berkomitmen memberikan pendampingan kepada sentra-sentra kuliner tersebut. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga keberadaan makanan tradisional, tetapi juga memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor kuliner.

” Pemkab Sidoarjo berkomitmen memberikan pendampingan bagi sentra kuliner tradisional yang menjadi ikon wisata kuliner di Sidoarjo ‘ papar Yudhi.

Pengembangan kuliner lokal juga diharapkan mampu memperluas tujuan wisatawan, tidak hanya di kawasan perkotaan, tetapi hingga wilayah tengah dan pesisir timur Sidoarjo.

Dengan kekayaan bahan baku lokal dan cita rasa yang khas, Kupang Balongdowo, seafood Kalanganyar, serta jajanan tradisional Sidoarjo diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman wajib wisatawan saat berkunjung ke Kota Delta.