KaMedia – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus meninjau langsung pelayanan Tuberkulosis (TBC) di RSUD Raden Tumenggung Notopuro Sidoarjo, Senin (29/9/2026). Kunjungan ini menyoroti kesiapan rumah sakit dalam memperkuat layanan TBC, khususnya bagi pasien TBC Resisten Obat (RO).
Layanan TBC menjadi salah satu program prioritas nasional Kementerian Kesehatan. Di RSUD R.T. Notopuro, pelayanan TBC terbagi dalam dua kategori, yakni TBC Sensitif Obat (SO) dan TBC Resisten Obat (RO).
Plt Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dr. Prima Dessy Kusuma Rahmawati, menjelaskan bahwa penanganan pasien TBC RO membutuhkan perhatian lebih karena pasien tidak merespons pengobatan TBC standar.
“Di RSUD ada dua macam pelayanan TBC, yakni pelayanan pasien TBC Sensitif Obat (SO) dan pelayanan TBC Resisten Obat (RO). Layanan TB RO ini yang memerlukan perawatan dan monitoring ketat karena pasien tidak respons terhadap pengobatan TBC standar,” jelas dr. Prima.
Dalam kunjungan tersebut, dr Benyamin meninjau fasilitas sekaligus kesiapan sumber daya manusia kesehatan yang menangani pasien TBC. Wamenkes memberikan apresiasi terhadap kesiapan RSUD Notopuro dalam menjalankan layanan tersebut.
“Saya mengapresiasi terkait layanan TBC Notopuro, baik dari sisi fasilitas maupun dari SDM kesehatannya,” ujar Wamenkes RI.
Tak hanya layanan TBC, Dante juga meninjau kesiapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RSUD R.T. Notopuro. Menurut dr. Prima, Wamenkes menilai penerapan KRIS di rumah sakit tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
“Beliau juga berkunjung melihat Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). KRIS di Notopuro sudah sesuai dengan yang ditetapkan,” katanya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan TBC di tingkat penguatan layanan TBC di tingkat rumah sakit rujukan. Dengan dukungan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai, RSUD R.T. Notopuro diharapkan semakin optimal dalam menangani pasien, terutama kasus TBC Resisten Obat di Jawa Timur.











