KaMedia – Tak tanggung-tanggung, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana nekat turun langsung ke dalam gorong-gorong saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) proyek peninggian jalan di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Rabu (30/9). Langkah dramatis ini diambil demi memastikan pengerjaan saluran air sepanjang 700 meter tersebut benar-benar sesuai spesifikasi.
Namun, di balik aksi sigap sang Wabup, tersingkap temuan mengejutkan di lapangan. Di minggu ke-10 pengerjaan, progres proyek vital penghubung antardesa ini baru menyentuh angka 18 persen. Padahal, target penyelesaian sudah dipatok pada 18 Desember mendatang.
Melihat lambatnya ritme kerja, Wabup Mimik langsung memberikan instruksi tegas kepada kontraktor dan instansi terkait.
”Di minggu ke-10 targetnya 18 Desember harus selesai. Pekerjaannya harus dipercepat, alat berat dan jumlah tukangnya wajib ditambah!” tegasnya di lokasi sidak.
Tak hanya masalah lambatnya progres, sidak tersebut juga membongkar sejumlah masalah teknis di lapangan.
Wabup menemukan pemasangan box culvert (gorong-gorong beton) yang presisinya buruk dan terkesan “asal pasang”. Selain itu, keberadaan tiang listrik di jalur air dinilai memicu sumbatan, sehingga disakskan untuk segera dipindahkan, disusul normalisasi sungai.a
Peninggian badan jalan setinggi 40–60 cm menggunakan beton bertulang berpotensi menyisakan persoalan baru. Posisi rumah warga di sisi kanan jalan kini menjadi lebih rendah dari jalanan.
“Rumah warga yang lebih rendah berisiko berubah jadi ‘kolam’ saat hujan turun. Ini harus segera dicarikan solusinya agar tidak merugikan masyarakat,” tambah Mimik.
Meski dari sisi bahan material dipastikan sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), Wabup Mimik meminta Dinas PU Bina Marga dan pihak pelaksana proyek bergerak cepat membenahi seluruh temuan teknis serta mengejar keterlambatan target pengerjaan











