KaMedia – Posko penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi ditutup pada Selasa (18/8). Meski demikian, penanganan di lapangan belum sepenuhnya berakhir.
Upaya pembasahan masih terus dilakukan, terutama di area lereng dan sejumlah titik di kawasan Gunung Bromo. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah munculnya kembali titik api, mengingat luas lahan yang terdampak karhutla mencapai 1.121,66 hektare.
Pada Selasa (18/8) ini, posko penanganan darurat karhutla di TNBTS kita tutup. Dalam pelaksanaan penanganan karhutla ini berjalan dengan aman, lancar dan terkendali berkat kerja sama dan koordinasi dari seluruh pihak. Yaitu TNI/Polri, BPBD Provinsi dan Kabupaten, TNBTS, BMKG, hingga relawan,” kata Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, Selasa (18/8).
Sementara itu, Kabid KL BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, mengatakan evaluasi penanganan karhutla Bromo tetap dilakukan. Salah satu langkahnya adalah menarik dua unit helikopter yang sebelumnya dikerahkan untuk melaksanakan operasi water bombing sejak awal penanganan.
” Dua unit helikopter kita tarik. Kemudian yang satu unit akan tetap melaksanakan pembasahan dalam satu hingga dua hari. Tujuannya untuk sedikit mengurangi dan antisipasi pencegahan yang ada di area lereng maupun di area-area tertentu yang ada di Bromo dan Semeru,” ujar Satriyo.
Evaluasi juga diarahkan pada penguatan sarana dan prasarana (sarpras) penanganan karhutla. Penguatan akan mencakup kesiapan tim, penerapan standar operasional prosedur (SOP), hingga pemanfaatan peralatan yang lebih efektif untuk mengantisipasi dan menangani kebakaran hutan dan lahan
Tak berhenti pada penanganan pascakebakaran, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah rehabilitasi kawasan terdampak. Perbaikan sarana dan prasarana hingga pembenihan kembali akan dilakukan di sejumlah area gunung yang terdampak.
“Upaya yang terakhir, kami (Pemprov Jatim) akan segera melaksanakan rehabilitasi dan perbaikan, baik sarana prasarana atau mungkin bisa dilaksanakan pembenihan kembali di area-area gunung. Kami juga bekerja sama dengan Kepala Balai Besar TNBTS, untuk bisa meremajakan kembali tanaman-tanaman yang sudah terbakar di area Gunung Bromo dan Semeru,” pungkas Satriyo.











