EkonomiHeadlineJatim

Gubernur Khofifah Bidik Pasar Haji-Umrah, Dorong Produk Jatim Masuk Rantai Pasok Arab Saudi

×

Gubernur Khofifah Bidik Pasar Haji-Umrah, Dorong Produk Jatim Masuk Rantai Pasok Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah melakukan kunjungan kehormatan (courtesy call) kepada Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Jeddah Sugiri Suparwan di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi / Foto : Diskominfo Surabaya.

KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membidik pasar Arab Saudi untuk memperluas penetrasi produk unggulan Jawa Timur, khususnya pangan, makanan olahan, dan perikanan. Peluang tersebut dinilai terbuka lebar seiring tingginya mobilitas jemaah haji dan umrah asal Indonesia setiap tahun.

Hal itu disampaikan Khofifah saat melakukan kunjungan kehormatan (courtesy call) kepada Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Jeddah Sugiri Suparwan di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi, Kamis (24/9)

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian misi dagang Jawa Timur untuk memperkuat pasar global. Selain perdagangan, agenda pembahasan mencakup investasi, layanan keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), hingga akses pendidikan bagi anak-anak PMI.

Khofifah mengatakan Arab Saudi merupakan pasar strategis bagi Jawa Timur. Menurut dia, besarnya kebutuhan logistik jemaah haji dan umrah membuka peluang bagi pelaku usaha Jatim untuk masuk ke rantai pasok secara berkelanjutan.

Saat ini, produk makanan siap santap (ready-to-eat) dari tiga pelaku usaha Jawa Timur telah masuk sebagai pemasok kebutuhan jemaah haji. Pemprov Jatim ingin peluang tersebut diperluas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan jemaah umrah.

“Kebutuhan logistik jemaah haji dan umrah sangat besar, dan Jawa Timur siap mengisi rantai pasok tersebut. Kami ingin produk UMKM dan industri Jawa Timur tidak hanya hadir, tetapi dapat menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan jemaah di Tanah Suci secara berkelanjutan,” ujar Khofifah.

Tak hanya makanan olahan, Jawa Timur juga membawa potensi komoditas perikanan. Salah satunya tuna sirip kuning dari Sendang Biru, Kabupaten Malang. Sementara industri pengolahan dan pengalengan ikan di Banyuwangi telah memiliki pengalaman menembus pasar ekspor.

Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperluas akses produk perikanan Jawa Timur ke pasar Arab Saudi

Selain membuka pasar ekspor, Khofifah mendorong penguatan ekosistem layanan keuangan bagi PMI asal Jawa Timur yang bekerja di luar negeri.

Menurutnya, kemudahan transaksi dan pengiriman uang bukan sekadar persoalan layanan perbankan, tetapi juga bagian dari perlindungan PMI serta upaya memperkuat kesejahteraan keluarga mereka di Indonesia.

Khofifah menjelaskan, aplikasi JConnect Mobile milik Bank Jatim kini dapat digunakan untuk melakukan transaksi di luar negeri, termasuk Arab Saudi, dengan menggunakan kartu SIM lokal.

Bank Jatim juga tengah menyiapkan layanan bagi PMI bersama Muslimat NU. Sementara itu, Pemprov Jatim melalui BPR Jatim menyiapkan pembiayaan ultra mikro bagi PMI yang kembali ke Indonesia untuk merintis maupun mengembangkan usaha.

” Perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia harus menyeluruh, termasuk akses layanan keuangan dan masa depan keluarganya. Melalui inovasi perbankan digital, kami ingin transaksi dan pengiriman uang PMI menjadi lebih mudah, aman, dan inklusif,” kata Khofifah.

Di sektor investasi, Khofifah juga mendorong agar investasi Arab Saudi di Jawa Timur tidak hanya terkonsentrasi pada sektor properti.

Jawa Timur, kata dia, memiliki beragam pilihan lokasi dan sektor yang dapat dikembangkan, termasuk energi baru terbarukan. Pengembangan investasi tersebut diharapkan ikut mendorong pemerataan pembangunan dan industrialisasi di berbagai daerah.

” Jawa Timur memiliki banyak opsi untuk pengembangan investasi. Kami ingin peluang investasi dari Arab Saudi dapat masuk ke lebih banyak sektor sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujar Khofifah.

Kerja sama dengan Arab Saudi juga diarahkan pada peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak PMI.

Khofifah menegaskan pendidikan merupakan salah satu instrumen penting untuk memutus mata rantai kemiskinan. Melalui program Afirmasi Pendidikan (ADEM) Diaspora, tahun ini Pemprov Jatim menerima 129 anak PMI dari lima titik, yakni Jeddah, Riyadh, Kuala Lumpur, Johor, dan Sarawak, untuk melanjutkan pendidikan di Jawa Timur.

” Kerja sama internasional harus membawa manfaat nyata bagi daerah, mulai dari pembukaan pasar ekspor, penguatan layanan bagi pekerja migran, hingga akses pendidikan bagi putra-putri mereka. Sinergi dengan perwakilan kita di luar negeri adalah jembatan untuk menghadirkan harapan baru bagi masyarakat,” tutur Khofifah.

Konjen RI Jeddah Sugiri Suparwan menyambut baik kunjungan delegasi Jawa Timur. Ia mengatakan hubungan Indonesia dan Arab Saudi sangat erat, namun masih terdapat ruang besar untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi.

Setiap tahun, sekitar dua juta jemaah umrah dan lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia datang ke Tanah Suci. Besarnya jumlah tersebut menjadi potensi pasar yang signifikan bagi produk dalam negeri.

KJRI Jeddah, kata Sugiri, siap menjembatani pelaku usaha Jawa Timur dengan mitra bisnis di Arab Saudi. Salah satu peluang yang disarankan adalah penjajakan kemitraan dengan BPKH Limited, anak usaha Badan Pengelola Keuangan Haji yang telah memiliki izin usaha di Arab Saudi.

KJRI juga membuka peluang mempertemukan eksportir tuna Jawa Timur dengan importir pangan besar Arab Saudi. Importir tersebut dijadwalkan mengirimkan tim ke Indonesia pada pertengahan Oktober mendatang.

Untuk sektor keuangan, KJRI mendorong Bank Jatim menjajaki kerja sama dengan perbankan nasional yang tengah menyiapkan operasional di Arab Saudi. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung layanan remitansi PMI maupun transaksi jemaah asal Jawa Timur. KJRI juga siap membantu sosialisasi layanan keuangan tersebut kepada PMI di Arab Saudi.

Sugiri turut mengapresiasi program ADEM Diaspora yang dinilai membantu anak-anak keluarga Indonesia di Arab Saudi yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Selain itu, KJRI mendorong pelajar Indonesia memanfaatkan peluang beasiswa Pemerintah Arab Saudi, termasuk di King Fahd University of Petroleum and Minerals, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jawa Timur.

Sebagai tindak lanjut, KJRI Jeddah mendorong Jawa Timur hadir dengan paviliun tersendiri dalam Trade Expo Indonesia pada 14 Oktober mendatang. Dalam ajang tersebut, KJRI akan menghadirkan puluhan pengusaha Arab Saudi untuk bertemu langsung dengan pelaku usaha Indonesia.

” KJRI siap menjadi mitra Jawa Timur di Arab Saudi, baik untuk komunikasi, pendampingan, maupun mempertemukan pelaku usaha. Kami berharap tindak lanjut kunjungan ini dapat berjalan konsisten sehingga menghasilkan kerja sama yang konkret,” pungkas Sugiri.