HeadlineJatim

Gubernur Khofifah dan Menag Kobarkan Semangat Persaudaraan dan ‘Sedekah Oksigen’ di PPSN VI

×

Gubernur Khofifah dan Menag Kobarkan Semangat Persaudaraan dan ‘Sedekah Oksigen’ di PPSN VI

Sebarkan artikel ini
Mendampingi Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Malang / Foto : Pemprov Jatim.

KaMedia – Suasana dingin kawasan Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo, Kabupaten Malang, seketika berubah hangat pada Kamis (1/10) malam. Ribuan obor, tawa riang, dan seragam cokelat pramuka bersatu padu dalam malam pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026.

​Di bawah langit Malang, sebanyak 4.500 santri dari 34 provinsi se-Indonesia berkumpul. Mereka membawa cerita, logat, dan kebudayaan daerah yang berbeda-beda, namun disatukan oleh tekad yang sama: menjadi garda terdepan penjaga keutuhan bangsa.

​Hadir mendampingi Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa para santri dengan hangat. Di hadapan ribuan generasi muda berpeci dan berkerudung itu, Khofifah mengibaratkan santri pramuka sebagai “pagar betis” bagi Republik Indonesia.

​”Santri pramuka harus menjadi pagar betis untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Khofifah dengan penuh semangat.

​Bagi Khofifah, pagar betis bukan sekadar benteng fisik, melainkan ikatan persaudaraan dan gotong royong yang berakar dari nilai keagamaan serta jiwa kepramukaan

Bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober, Khofifah mengajak para santri menengok sejarah panjang persatuan di tanah Jawa Timur. Menurutnya, napas Bhinneka Tunggal Ika telah dihidupkan sejak zaman Kerajaan Majapahit yang berpusat di Mojokerto dan berakar dari Singosari, Malang.

​”Di sini kita dipertemukan dalam persaudaraan. Berbeda daerah, berbeda budaya, tetapi kita semua adalah satu bangsa, satu Indonesia,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa keberagaman yang melimpah ini harus terus diikat erat oleh Pancasila.

​Tak hanya menitipkan pesan kebangsaan, Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini juga melontarkan dorongan besar agar para santri berani bermimpi setinggi langit. Santri hari ini, tegasnya, tak hanya disiapkan menjadi ulama dunia, tetapi juga calon pebisnis hebat, intelektual unggul, hingga patriot di bidang pertahanan.

​Satu momen yang paling menyentuh perhatian adalah ketika Khofifah mengajak ribuan santri untuk menumpahkan kepedulian pada bumi yang mereka pijak. Kepedulian lingkungan, menurutnya, adalah bentuk nyata dari ibadah dan penerapan nilai pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

​Khofifah bahkan siap menyediakan ribuan bibit pohon yang jumlahnya disesuaikan langsung dengan seluruh peserta yang hadir untuk ditanam bersama.

​”Lingkungan kita wujudkan dengan banyak menanam. Insya Allah ini akan menjadi bagian dari sedekah oksigen,” ucapnya penuh kehangatan.

​Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menggarisbawahi pentingnya perpaduan antara ketangkasan pramuka dan keluhuran budi seorang santri. Menag menyebut, semangat disiplin dan menjaga kesehatan dalam kepramukaan sejalan dengan keteladanan yang diajarkan Rasulullah SAW.

​”Kader Pramuka itu harus berakhlakul karimah. Kalau ikut kepramukaan, santri pasti jadi pembaharu,” puji Menag.

​Suasana haru dan khidmat terasa makin kuat saat seremoni penyiraman tunas kelapa menggunakan kendi tradisional. Didampingi Gubernur Khofifah, Sekjen Kemenag Prof. Kamaruddin Amin, Dirjen Pendis Basnang Said, serta Waka Kwarnas Asrorun Niam Sholeh, Menag menyiramkan air sebagai simbol tumbuhnya tunas-tunas pemimpin masa depan bangsa.

Malam itu, di Bumi An-Nur II Malang, ribuan tunas kelapa berseragam santri resmi memulai perkemahan mereka, belajar, bersahabat, menanam pohon, dan menyiapkan diri menjadi pagar kokoh bagi benteng Nusantara

Tag:
Penulis: WawanEditor: Ferdiansyah