KaMedia – Suasana Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Minggu (27/9) terasa begitu hangat sekaligus haru. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus menyambut kedatangan tiga tokoh ulama dan diplomat ternama asal Palestina dalam sebuah pertemuan penting yang mempertegas ikatan persaudaraan dan kemanusiaan.
Tiga sosok terkemuka yang hadir dalam kunjungan kehormatan tersebut adalah HE. Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash (Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan dan Islam), Sheikh HE. Mohammad Ahmed Mohammed Hussein (Imam Besar Masjid Al-Aqsa), serta HE. Abdalfatah Ahmed Khalil Al-Sattari (Duta Besar Palestina untuk Indonesia).
Dalam momen bersejarah ini, Gubernur Khofifah didampingi oleh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta para pimpinan ormas Islam terkemuka, seperti perwakilan PWNU Jawa Timur, PW Muhammadiyah Jawa Timur, PW LDII Jawa Timur, hingga Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Ali Aziz.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa hubungan antara Jawa Timur dan Palestina jauh melampaui batas diplomasi formal antarlembaga. Di mata masyarakat Jawa Timur, Palestina memegang tempat tersendiri di dalam hati.
”Bagi Jawa Timur, Palestina bukanlah sesuatu yang jauh. Ada kedekatan emosional, keagamaan, dan kemanusiaan yang selama ini tumbuh kuat di tengah masyarakat kita. Kehadiran para tokoh Palestina di Jawa Timur menjadi momentum untuk terus merawat dan memperkuat persaudaraan tersebut,” ujar Khofifah.
Kehadiran Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Sheikh Mohammad Ahmed Mohammed Hussein, memberi kesan spiritual tersendiri. Khofifah menyampaikan bahwa Masjid Al-Aqsa bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol pemersatu umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Di hadapan para delegasi, Khofifah juga memanjatkan doa khusus untuk keselamatan dan kekuatan rakyat Palestina, khususnya mereka yang tengah menghadapi ujian berat di Gaza.
”Mudah-mudahan masyarakat Palestina, terutama yang ada di Gaza, Allah anugerahkan kesehatan, kekuatan, kesabaran, dan terus bisa bangkit menempuh kehidupan yang penuh kemuliaan. Insyaallah, Pemprov dan seluruh masyarakat Jawa Timur akan terus mendukung serta mendoakan perdamaian bagi Palestina,” tuturnya penuh haru.
Tak hanya menggalang dukungan moral dan spiritual, pertemuan strategis ini juga difokuskan pada penjajakan kerja sama produktif antar kedua bangsa.
Utusan Khusus Presiden Palestina, Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat dan dukungan konsisten dari masyarakat Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan kondisi terkini di tanah airnya serta keteguhan sikap rakyat Palestina.
”Kami merasa sangat terhormat atas sambutan Ibu Gubernur. Kami tegaskan bahwa kami akan tetap mempertahankan Palestina. Kami tidak akan keluar dari tanah air kami. Ribuan tahun kami telah berada di sana, dan kami akan terus memperjuangkannya,” tegas Alhabbash dengan penuh optimisme
Alhabbash menambahkan, diskusi hangat bersama Gubernur Khofifah telah melahirkan berbagai gagasan awal terkait program nyata yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Palestina.
Ia berharap hasil pembicaraan ini segera ditindaklanjuti secara konkret, sehingga kolaborasi yang terjalin tidak berhenti di tingkat kepemimpinan, melainkan tumbuh menjadi ikatan yang makin kokoh antarwarga (people-to-people connectivity).
”Semoga apa yang kita perbincangkan dapat terwujud, menjembatani kerja sama dua pemimpin menjadi kerja sama erat antara dua bangsa yang besar ini,” pungkasnya











