KaMedia – Menjelang puncak konsumsi listrik selama Ramadan, PLN melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat keandalan jaringan backbone 500 kV Paiton–Grati. Langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif untuk memastikan stabilitas sistem kelistrikan Jawa-Bali tetap terjaga tanpa gangguan pemadaman.
Melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo, perseroan melakukan penggantian isolator tension flash pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV jalur Paiton–Grati #2, tepatnya di Tower 48 Phasa T. Pekerjaan ini dilakukan dengan metode Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), sehingga tidak memerlukan pemadaman aliran listrik.
Sebanyak 14 personel PDKB dan 6 personel regu pemeliharaan jaringan diterjunkan dalam pekerjaan tersebut. Metode khusus ini memungkinkan perbaikan komponen vital dilakukan dalam kondisi jaringan tetap aktif, sebuah langkah efisiensi yang menekan risiko gangguan suplai bagi industri maupun rumah tangga.
Isolator merupakan komponen krusial yang berfungsi sebagai penyekat antara bagian bertegangan dan tidak bertegangan. Penurunan kemampuan isolasi berpotensi memicu gangguan sistem, sehingga penggantian dilakukan sebagai langkah antisipatif sebelum terjadi gangguan yang lebih besar.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa penguatan jaringan 500 kV ini merupakan tindak lanjut evaluasi pascagangguan reclose sebelumnya.
“Pekerjaan ini kami lakukan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik pada jalur backbone 500 kV agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Momentum Ramadan menjadi perhatian khusus karena pola konsumsi listrik cenderung meningkat, terutama pada malam hari untuk aktivitas ibadah dan kegiatan sosial. Dengan sistem transmisi yang andal, PLN berharap dapat menjaga stabilitas pasokan di tengah kenaikan beban.
Upaya preventif ini sekaligus mencerminkan strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat infrastruktur transmisi sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi kawasan Jawa-Bali. Keandalan jaringan 500 kV dinilai krusial dalam menopang aktivitas industri, bisnis, hingga layanan publik yang bergantung pada pasokan listrik tanpa gangguan.
Dengan optimalisasi kesiapsiagaan personel dan peralatan, PLN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan listrik yang stabil, terutama pada periode-periode strategis dengan lonjakan kebutuhan energi.











