HeadlineJatimNasional

Menutup Tahun Dengan Kepedulian, Mensos Gus Ipul Tinjau Penyaluran BLT Di Surabaya

×

Menutup Tahun Dengan Kepedulian, Mensos Gus Ipul Tinjau Penyaluran BLT Di Surabaya

Sebarkan artikel ini
Mensos Gus Ipul saat memantau langsung penyaluran BLTS di Surabaya / Foto : Hermawan.

KaMedia – Suasana Kantor Pos Kebonrejo, Surabaya, Senin pagi (29/12/2025), terasa berbeda. Di antara antrean warga yang datang dengan harap dan sabar, Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul hadir langsung memastikan satu hal penting: bantuan negara benar-benar sampai ke tangan yang berhak.

Didampingi Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, Gus Ipul meninjau penyaluran tahap akhir Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) atau BLT Kesejahteraan Sosial (Kesra) 2025. Kunjungan ini menjadi penanda komitmen pemerintah untuk menutup tahun dengan tanggung jawab sosial yang nyata.

“Negara harus hadir, melihat langsung, dan memastikan prosesnya berjalan dengan baik,” ujar Gus Ipul di sela peninjauan.

Pemerintah, kata Gus Ipul, menyiapkan BLTS bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 18 juta KPM disalurkan melalui PT Pos Indonesia, sementara 17 juta lainnya melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Penyaluran bantuan ini didahului proses verifikasi ketat yang melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial, serta pemerintah daerah. Dari lebih dari 35 juta data yang diverifikasi, hingga saat ini lebih dari 33 juta KPM telah dinyatakan memenuhi syarat.

“Ini proses besar dan tidak sederhana. Tapi transparansi dan akurasi adalah kuncinya,” tegas Gus Ipul.

BLTS menyasar keluarga pada desil 1 hingga desil 4, atau 40 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Pemerintah optimistis, setelah penyaluran melalui PT Pos rampung, realisasi bantuan dapat melampaui 95 persen dari total alokasi nasional.

Selain BLTS, pemerintah pada tahun 2025 juga mengalokasikan anggaran besar untuk bantuan sosial reguler, seperti Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH), dengan nilai lebih dari Rp74 triliun. Atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto, anggaran tersebut ditambah hingga total belanja bantuan sosial termasuk BLT menembus lebih dari Rp110 triliun.

“Bantuan ini bukan sekadar angka. Ini tentang menjaga daya beli masyarakat, menggerakkan ekonomi, dan meringankan beban keluarga di tengah situasi yang tidak selalu mudah,” imbuhnya.

Soal pengawasan, Gus Ipul menegaskan pentingnya pemutakhiran data secara berkelanjutan. Ia mengajak masyarakat ikut aktif mengawasi agar bantuan tidak salah sasaran melalui mekanisme usul dan sanggah.

“Masyarakat bisa melaporkan jika ada penerima yang tidak sesuai kriteria, baik melalui operator desa, pendamping sosial, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos,” jelasnya.

Bagi warga yang kesulitan mengakses aplikasi, Kementerian Sosial membuka layanan call center 24 jam di nomor 021-171. Tak hanya itu, Kemensos juga tengah menyiapkan layanan pengaduan dan usulan berbasis WhatsApp agar semakin mudah dijangkau.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, menyatakan kesiapan penuh jajarannya dalam menuntaskan amanah penyaluran BLT Kesra kepada sekitar 18 juta KPM. Hingga Senin (29/12/2025), PT Pos telah menerima alokasi penyaluran bagi sekitar 14 juta penerima.

“Khusus Jawa Timur, alokasinya sekitar 593 ribu KPM, dan yang sudah tersalurkan lebih dari 544 ribu atau sekitar 92 persen,” ungkap Haris.

Di Kota Surabaya sendiri, dari alokasi awal sekitar 70 ribu KPM, terdapat tambahan data terbaru sekitar 19 ribu penerima yang mulai dibayarkan hari ini. Menyadari waktu penyaluran yang semakin sempit menjelang akhir tahun, PT Pos menambah personel dan memperpanjang jam operasional.

Haris juga mengimbau masyarakat mengikuti jadwal pengambilan yang telah disampaikan melalui RT/RW agar penyaluran berjalan tertib. Bagi lansia dan warga yang sakit, bantuan dapat diantar langsung ke rumah melalui koordinasi dengan pendamping sosial dan perangkat setempat.

“Kami merasa terhormat Pak Menteri Sosial hadir langsung hari ini. Ini menjadi penyemangat bagi petugas kami dan juga bagi masyarakat penerima,” pungkas Haris.

Sebagai informasi, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan BLT Kesra sebesar Rp900 ribu untuk tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember 2025. Di penghujung tahun, bantuan ini menjadi harapan kecil yang berarti besar tanda bahwa negara terus berupaya hadir bagi mereka yang paling membutuhkan.