KaMedia – Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, mengumpulkan Jurnalis Dewan Surabaya dalam sebuah silaturahmi di kediamannya di Jalan Porong No. 8 Surabaya. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan langkah awal membangun sinergi antara legislatif dan media dalam mengedukasi masyarakat tentang peran serta fungsi DPRD.
Di tengah tingginya tuntutan transparansi publik, Syaifuddin menegaskan bahwa media memiliki posisi strategis dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif. Menurutnya, DPRD sebagai produk konstitusi harus terus mendapatkan legitimasi publik melalui informasi yang berimbang, objektif, dan edukatif.
“Kalau DPRD tidak dipercaya oleh publik, maka tingkat partisipasi, kepedulian, ketertiban, dan patriotisme masyarakat terhadap kotanya akan tergerus,” tegas Syaifuddin.
Ia menilai kritik merupakan bagian tak terpisahkan dari demokrasi. Namun, kritik yang disampaikan hendaknya tetap bermuara pada perbaikan dan kemajuan daerah, bukan sekadar membangun persepsi negatif.
“Kritik boleh, saran boleh. Tetapi tujuan akhirnya adalah edukasi masyarakat. Kalau yang didominasi hanya kejelekan, maka kita sama dengan menggerus patriotisme terhadap kotanya sendiri,” ujarnya.
Menurut Syaifuddin, jurnalistik menjadi jembatan utama antara lembaga publik dan masyarakat. Berbagai program, kebijakan, maupun capaian DPRD tidak akan dipahami secara utuh tanpa peran media.
“Tanpa jurnalistik, apa pun yang dilakukan tidak akan bisa dipahami dan dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Politikus yang dikenal terbuka tersebut juga menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi yang sehat dengan insan pers. Baginya, tugas kelembagaan DPRD tidak dapat dijalankan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kontrol dari berbagai elemen, termasuk media.
“Saya orangnya terbuka. Ini bukan tentang diri saya pribadi, tetapi tugas kelembagaan. Karena itu saya mengajak semuanya bersama-sama menjalankan tugas tersebut. Kalau ada masukan dan saran, monggo disampaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Jurnalis Dewan Surabaya, Inyong Maulana, menyambut positif inisiatif Ketua DPRD yang untuk pertama kalinya mengundang seluruh wartawan yang bertugas di lingkungan DPRD Surabaya dalam forum terbuka.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan hubungan antara legislatif dan media tanpa mengurangi independensi pers.
“Ketua DPRD berharap teman-teman bisa bersinergi, tetapi tetap menjamin kebebasan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik,” kata Inyong.
Ia mengungkapkan, sinergi tersebut akan ditindaklanjuti melalui sejumlah kegiatan bersama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, seperti pameran fotografi dan turnamen mini soccer yang melibatkan para wartawan peliput DPRD Surabaya.
Pertemuan tersebut menjadi lebih dari sekadar silaturahmi. Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tuntutan akuntabilitas publik, kolaborasi antara DPRD dan media menjadi kunci untuk menghadirkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga mampu memperkuat pemahaman masyarakat terhadap fungsi, pengawasan, dan kinerja DPRD Kota Surabaya.











