EkonomiHeadlineNasionalSurabaya

Kepala BPOM Pastikan Rempah Indonesia Aman Tembus Pasar Amerika

×

Kepala BPOM Pastikan Rempah Indonesia Aman Tembus Pasar Amerika

Sebarkan artikel ini
Kepala. BPOM RI Taruna Ikrar saat pelepasan ekspor tembakau ke Amerika Serikat / Foto : Humas TPS.

KaMedia – Kepala BPOM melepas ekspor rempah bebas kontaminasi radionuklida Cesium-137 ke Amerika Serikat dalam seremoni yang digelar di PT Terminal Petikemas Surabaya, Tanjung Perak, Surabaya, Senin (15/12/2025).

Kegiatan ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memastikan keberlanjutan akses pasar global sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam memenuhi standar keamanan pangan internasional.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan bahwa pelepasan ekspor ini menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam menjawab tantangan global terkait keamanan pangan.

“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan pelepasan ekspor rempah bebas Cesium-137 ke Amerika Serikat. Penunjukan BPOM sebagai Certifying Entity oleh US FDA merupakan bentuk diplomasi berbasis kepercayaan yang menunjukkan pengakuan dunia internasional terhadap kapasitas dan kredibilitas sistem pengawasan pangan Indonesia,” ujar Taruna.

Ia menjelaskan, BPOM telah melakukan berbagai langkah penguatan dari sisi regulasi, sistem, dan teknis di lapangan, termasuk pemeriksaan fasilitas eksportir, pemindaian cemaran Cesium-137 menggunakan Radioisotope Identification Device (RIID) bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan Badan Riset dan lnovasi Nasional (BRIN), terutama dalam pengujian lanjutan laboratorium oleh BRIN.

“Sebagai bukti pemenuhan persyaratan keamanan, BPOM menerbitkan Shipment-Specific Certificate. Ini menjadi jaminan bahwa rempah yang diekspor benar-benar aman dan sesuai dengan ketentuan FDA,” katanya.

Pada periode November–Desember 2025, tercatat 125 shipment rempah siap diekspor ke Amerika Serikat. Sebanyak 82% di antaranya telah melalui proses scanning dan sampling, dengan 37 SSC telah diterbitkan hingga 12 Desember 2025. Dalam seremoni ini, BPOM melepas 8 kontainer berisi cengkeh (clove) dan kayu manis (cinnamon) dengan total volume 174 ton dan nilai ekonomi sekitar Rp14 miliar.

Taruna menegaskan, pengiriman ini sekaligus menjawab kekhawatiran berbagai pihak terhadap kebijakan import alert US FDA.

“Pengiriman hari ini menegaskan komitmen Indonesia dalam memenuhi standar keamanan pangan internasional. Ini adalah hasil kerja keras dan sinergi pemerintah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Komitmen dari sisi regulasi BPOM telah dituangkan dengan penerbitan beberapa buku pedoman sebagai acuan pemeriksa dalam ekspor rempah. Buku tersebut berupa

Apresiasi terhadap peran BPOM juga disampaikan Ketua Bidang Komunikasi dan Diplomasi Satgas Penanganan Kontaminasi Cesium-137, Bara Krishna Hasibuan. Ia menilai langkah cepat dan terukur BPOM menjadi kunci keberhasilan pemulihan ekspor rempah ke pasar Amerika Serikat.

“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada BPOM di bawah kepemimpinan Prof. Taruna Ikrar. Berkat kerja keras BPOM bersama Satgas dan Kemenko Pangan, hari ini kita bisa melaksanakan seremoni pelepasan delapan kontainer rempah ke Amerika Serikat,” ujar Bara.

Menurutnya, pemerintah Amerika Serikat tidak pernah memberlakukan pelarangan total terhadap produk rempah Indonesia, melainkan menerapkan pengetatan melalui skema red list dan yellow list.

“Produk yang dilepas hari ini berasal dari perusahaan yang masuk kategori yellow list. US FDA menyepakati bahwa BPOM bertindak sebagai Certifying Entity di Indonesia, dan kami melihat BPOM bekerja sangat cepat dan profesional dalam menjalankan peran tersebut,” katanya.

Bara menambahkan, proses sertifikasi dan pengujian yang dilakukan BPOM bersama BRIN dan lembaga terkait telah memastikan bahwa rempah Indonesia bebas dari kontaminasi Cesium-137.

“Ini menjadi sinyal kuat bahwa sistem pengawasan pangan Indonesia dapat dipercaya dan mampu memenuhi standar internasional,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Taruna Ikrar juga menyampaikan apresiasi atas komitmen, kontribusi, dan kerja sama seluruh pihak, terutama Ketua dan Anggota Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 dan Masyarakat Berisiko Terdampak, sehingga rempah Indonesia dapat kembali masuk ke pasar Amerika Serikat.

Sementara itu dari sisi PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang dijadikan tempat seremoni pelepasan 8 kontainer ekspor rempah ke Amerika, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini.

“Pelepasan ekspor rempah ke Amerika Serikat bukan hanya menunjukkan komitmen Indonesia terhadap standar keamanan pangan internasional, tetapi juga memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul penting dalam rantai logistik global. Kami siap mendukung kelancaran proses ekspor dengan layanan yang aman, efisien dan sesuai standar internasional, sehingga kepercayaan mitra dagang terhadap produk Indonesia semakin meningkat,” ungkap Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan.

Ekonomi

KaMedia – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatat tonggak penting dalam upaya mendorong efisiensi rantai pasok nasional dengan melayani pengangkutan ekspor multimoda perdana. Pengiriman perdana ini dilakukan pada Kamis, 23…