KaMedia – Suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan menyelimuti Taman Surya, Balai Kota Surabaya, pada Rabu (1/7/2026) pagi. Di bawah langit Kota Pahlawan, Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara digelar dengan mengusung tema besar: “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.
Dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, upacara ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan wujud nyata soliditas lintas instansi di Surabaya.
Momen paling mencuri perhatian terjadi saat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, melangkah maju. Keduanya menerima penganugerahan penghargaan khusus dari Kapolrestabes Surabaya atas kontribusi aktif dan luar biasa dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenteraman masyarakat.
Ditemui usai menerima penghargaan, Wali Kota Eri Cahyadi tidak bisa menyembunyikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada jajaran kepolisian, khususnya Polrestabes Surabaya. Menurutnya, rasa aman yang dinikmati warga Surabaya hari ini adalah buah dari kerja keras bersama.
”Saya matur nuwun (terima kasih) kepada kepolisian, khususnya Polrestabes Surabaya. Sampai dengan hari ini sinergi dengan Pemkot sangat luar biasa dalam menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Surabaya. Selamat Hari Bhayangkara! Semoga kepolisian terus menjadi tulang punggung dan garda terdepan untuk memberikan rasa aman kepada warga,” ujar Eri Cahyadi dengan penuh semangat.
Bagi Eri, penghargaan ini bukan sekadar piala pajangan, melainkan bahan bakar baru untuk terus melayani masyarakat.
”Ini memberikan semangat bagi kita untuk selalu bergerak bersama menjaga Kota Surabaya,” imbuhnya.
Dalam upacara tersebut, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan membacakan amanat dari Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Nanang Avianto. Ada poin menarik yang digarisbawahi terkait performa kepolisian di mata masyarakat.
Berdasarkan survei terbaru, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menunjukkan grafik yang melesat tajam, 80,6% rakyat Indonesia menyatakan kepuasan terhadap pelayanan kepolisian yang semakin membaik. 67,6% tingkat kepuasan publik di sektor makro pelayanan. 51,5% citra kelembagaan melesat naik, seiring dengan menyusutnya kultur negatif seperti arogansi petugas di lapangan.
Penguatan institusi ini juga semakin kokoh pasca-disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menjadi bukti nyata kepercayaan negara terhadap Polri.
“Hasil survei tersebut harus menjadi motivasi. Jangan biarkan api perjuangan ini padam. Usap keringat dan senantiasa gelorakan semangat ‘Jago Jati’ sebagai pondasi mendukung program kerja nasional, Asta Cita, hingga tercapai tujuan Indonesia Emas,” tegas Kombes Pol. Luthfie saat membacakan amanat Kapolda Jatim.
Menutup amanatnya, Kapolda Jatim menitipkan dua instruksi tegas untuk seluruh personel di Jawa Timur, yaitu pelayanan humanis, memberikan pelayanan terbaik dengan integritas, profesionalisme, dan sikap humanis, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran yang merusak kepercayaan publik.
Sinergi Tanpa Batas, memperkuat kolaborasi eksternal dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.
Sebagai penutup rangkaian acara, nuansa haru dan bangga kembali terasa saat dilakukan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian kepada anggota Polri yang telah setia mengabdi selama 8, 16, 24, hingga 32 tahun. Penghargaan ini menjadi simbol etika profesi tingkat tinggi sekaligus teladan menuju Polri yang semakin Presisi dan dicintai masyarakat.











