HeadlinePemerintahanSidoarjo

Jelang Musim Hujan, Proyek Penampungan Lippo Dikebut: Kualitas Material Dipertanyakan

×

Jelang Musim Hujan, Proyek Penampungan Lippo Dikebut: Kualitas Material Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Penampungan air di kawasan Lippo Plaza kini dikebut dan ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Banjir yang bertahun-tahun menghantui kawasan Lippo Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Di tengah ancaman musim hujan yang tinggal menghitung bulan, pembangunan infrastruktur penampungan air di kawasan tersebut kini dikebut dan ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana turun langsung meninjau proyek tersebut pada Senin (21/9). Tak sekadar melihat progres, Mimik menyoroti kualitas pembangunan yang menurutnya harus benar-benar sesuai gambar, spesifikasi, dan perencanaan.

Sorotan juga mengarah pada material konstruksi. Mimik mempertanyakan kualitas campuran semen dan pasir pada proyek rumah pompa. Pertanyaan itu menjadi penting karena bangunan tersebut nantinya diharapkan mampu menghadapi debit air yang tinggi saat hujan.

Mimik menegaskan akan terus memantau pengerjaan proyek tersebut. Terlebih, persoalan banjir di kawasan Lippo bukan masalah baru. Dalam dua tahun terakhir, tingginya debit air saat hujan disebut semakin menjadi perhatian.

” Debit air kalau hujan ini kan sangat tinggi, terutama di daerah itu. Nah ini mudah-mudahan bisa menjadi solusi,” ujar Mimik

Penampungan air tersebut memiliki lebar 8 meter, panjang 30 meter, dan kedalaman 3,6 meter. Kapasitasnya diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter kubik air.

Mimik pun meminta pelaksana memberikan perhatian serius terhadap penyelesaian rumah pompa yang berada di depan Lippo Sidoarjo. Waktu yang tersedia sangat terbatas.

” Waktunya hanya tinggal 2 bulan, 3 bulan. Nanti sudah musim hujan. Jangan sampai bertahun-tahun itu banjir, banjir, banjir terus,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi alarm bagi pelaksana proyek. Sebab, masyarakat tidak membutuhkan sekadar proyek yang selesai di atas kertas. Warga membutuhkan sistem pengendalian banjir yang benar-benar berfungsi ketika hujan deras datang.

Apalagi, proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi kawasan sekitar Lippo yang selama ini berulang kali menghadapi genangan.

Kini tantangannya jelas, selesaikan tepat waktu, pastikan kualitasnya, dan buktikan bahwa proyek ini mampu bekerja saat hujan datang. Jangan sampai publik kembali melihat cerita lama, anggaran terserap, proyek selesai, tetapi banjir tetap datang.