EkonomiHeadlineNasional

Capt. Gema Goeyardi dan IFPA Bersama PPPI Dorong Revolusi Mindset Pilot Indonesia Demi Kemajuan Industri Aviasi

×

Capt. Gema Goeyardi dan IFPA Bersama PPPI Dorong Revolusi Mindset Pilot Indonesia Demi Kemajuan Industri Aviasi

Sebarkan artikel ini
Capt Gema Goeyardi di ajang Pilot Mindset Revolution 3.0 untuk peningkatan SDM Aviasi Tanah Air / Foto : Dok. Ist.

KaMedia – Komunitas penerbangan Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk beradaptasi dengan dinamika global. Menjawab kebutuhan tersebut, International FAA Pilots Association (IFPA) berkolaborasi dengan Perkumpulan Profesional Pilot Indonesia (PPPI) dan didukung oleh 14DAYPILOT sukses menggelar forum Pilot Mindset Revolution 3.0.

​Acara ini mempertemukan para penerbang dari berbagai latar belakang untuk membahas strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), meruntuhkan sekat senioritas, hingga memperluas wawasan jalur karier di dalam maupun di luar maskapai konvensional.

Sesi diskusi panel yang menjadi inti acara menghadirkan tokoh-tokoh penting di dunia aviasi, di antaranya Presiden IFPA sekaligus CEO 14DAYPILOT Capt. Dr. Gema Goeyardi, Ketua PPPI Capt. FX Jumbo, pilot ex-TNI Capt. David E. Simanjuntak, S.T., serta airline pilot Capt. Sarah Widyanti Kusuma.

​Dalam paparannya, Capt. Gema menyoroti masih adanya friksi psikologis di kalangan penerbang, seperti anggapan bahwa profesi pilot memiliki hierarki sosial yang lebih tinggi dibanding profesi lain, atau sekat pemisah berdasarkan jenis pesawat dan rute penerbangan.

​”Jadi, lisensi itu adalah bukti kualifikasi profesional, bukan simbol status sosial,” tegas Capt. Gema di hadapan para peserta.

Ia menekankan pentingnya menumbuhkan kerendahan hati (humility) serta membangun budaya kerja yang kolaboratif dan saling menghargai lintas latar belakang profesi demi menjaga kesehatan ekosistem aviasi nasional.

Selain mentalitas kolaboratif, forum ini menyoroti pentingnya menjaga kompetensi (flight currency) secara berkelanjutan. Capt. Gema mengingatkan bahwa kesempatan emas sering kali datang tanpa waktu persiapan yang panjang.

​Ia membagikan pengalaman nyata seorang pilot yang kehilangan kesempatan emas bergabung dengan maskapai karena gagal dalam tes akibat hanya memiliki waktu tiga hari untuk mempersiapkan diri, sehingga kesulitan mengingat kembali batasan pesawat (aircraft limitations) dan prosedur darurat (memory items).

​“Pilot perlu terus menjaga pengetahuan dan mempersiapkan diri secara serius untuk posisi yang dituju, tanpa menunggu datangnya panggilan seleksi untuk mulai belajar,” ujarnya.

Isu krusial lain yang dibahas adalah luasnya peluang pengabdian bagi pilot yang belum terserap di maskapai domestik. Forum ini mengupas tuntas alternatif jalur karier non-airline yang menjanjikan.

​Operasi penerbangan non-maskapai di bawah regulasi FAA Part 91 membuka peluang luas bagi pilot yang memenuhi kualifikasi. Selain itu, pemegang lisensi ICAO kini memiliki kesempatan untuk mengantongi FAA Airline Transport Pilot (ATP) Certificate serta mengejar PIC Type Rating melalui jalur pelatihan terakselerasi, seperti program kombinasi ATP-CTP dan Accelerated Upgrade Program di 14DAYPILOT.

​Melalui Pilot Mindset Revolution 3.0, para penyelenggara berharap para pilot Indonesia tidak hanya mengandalkan kepemilikan lisensi yang valid dan sertifikat kesehatan yang berlaku, tetapi juga memiliki kesiapan mental, ketrampilan adaptasi, serta visi karier yang luas demi memajukan peradaban industri aviasi nasional ke tingkat yang lebih tinggi.