KaMedia – Di tengah hiruk pikuk Kota Surabaya, sebuah ruang hijau di kawasan barat kota perlahan disiapkan untuk memiliki peran lebih besar dari sekadar tempat bersantai. Hutan Kota Jeruk kini tak hanya diproyeksikan sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai ruang yang mampu menggerakkan ekonomi warga di sekitarnya.
Pemerintah Kota Surabaya ingin memastikan bahwa setiap tempat wisata yang dibangun tidak berhenti pada keindahan alam semata. Di balik pepohonan rindang dan jalur-jalur teduh di Hutan Kota Jeruk, ada harapan baru bagi para pelaku usaha kecil untuk tumbuh bersama geliat wisata kota.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kawasan wisata harus memiliki kehidupan yang terus bergerak. Sebuah destinasi, menurutnya, tidak cukup hanya dibuka lalu dibiarkan berjalan sendiri. Harus ada aktivitas yang terus diperbarui agar pengunjung selalu memiliki alasan untuk datang kembali.
“Wisata itu harus hidup. Harus ada pergerakan dan pembaruan aktivitas supaya tetap menarik,” ujarnya.
Karena itu, Pemkot Surabaya ingin melibatkan masyarakat secara langsung dalam menghidupkan kawasan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan di area wisata.
Bagi warga sekitar, peluang ini bukan sekadar tambahan penghasilan. Kehadiran pengunjung yang datang menikmati suasana alam juga berarti terbukanya pasar baru bagi produk-produk lokal, mulai dari makanan hingga kerajinan.
Namun, Pemkot Surabaya juga tidak ingin pertumbuhan ekonomi ini mengorbankan kualitas pengalaman pengunjung. Produk yang dijual di kawasan wisata akan melalui proses kurasi agar kualitasnya tetap terjaga.
Menurut Eri, terutama untuk produk kuliner, konsistensi rasa dan kualitas menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Pengunjung yang datang ke sebuah tempat wisata harus pulang dengan kesan baik, bukan kekecewaan.
“Kalau makanan harus dijaga kualitasnya, rasanya juga harus konsisten,” tegasnya.
Untuk mendukung kesiapan para pelaku usaha, Pemkot Surabaya berencana kembali menggelar berbagai pelatihan bagi UMKM. Melalui program ini, para pelaku usaha diharapkan semakin siap memanfaatkan peluang ekonomi dari berkembangnya destinasi wisata di Kota Pahlawan.
Dengan langkah tersebut, Hutan Kota Jeruk diharapkan bukan hanya menjadi ruang hijau bagi warga kota untuk bernapas sejenak dari kesibukan, tetapi juga menjadi ruang harapan, tempat di mana alam, wisata, dan ekonomi masyarakat tumbuh bersama.











