HeadlinePemerintahanSidoarjo

HANI 2026, Pemkab Sidoarjo dan BNNK Gelar Survei Prevalensi Narkoba

×

HANI 2026, Pemkab Sidoarjo dan BNNK Gelar Survei Prevalensi Narkoba

Sebarkan artikel ini
Bupati Sidoarjo (peci hitam ) bersama Kepala BNNK menyampaikan rencana survey terkait penggunaan narkoba di Sidoarjo / Foto : Fifin Jun

KaMedia – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo bakal menggelar Survei Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika dalam momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.

Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto mengatakan, pola peredaran dan penyalahgunaan narkotika terus berubah. Karena itu, pihaknya membutuhkan data terbaru sebagai dasar menyusun strategi pencegahan yang lebih efektif.

“Saat ini kami selalu mengantisipasi pelaku pengguna yang selalu berubah-ubah cara dan modusnya. Sehingga kami terus melakukan evaluasi terhadap bahaya yang selalu mengancam,” kata Gatot.

Survei prevalensi akan menyasar sejumlah kelompok, mulai dari pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, pekerja, hingga masyarakat umum. Hasil survei diharapkan mampu memetakan tingkat penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sidoarjo.

Selain itu, BNNK Sidoarjo juga memperketat pengawasan di wilayah perbatasan yang memiliki akses antarkota maupun jalur laut. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus rantai peredaran narkotika yang masuk ke wilayah Sidoarjo.

Meski berdasarkan data kondisi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sidoarjo masih relatif dapat dikendalikan, BNNK menegaskan tidak akan lengah. Sebab, jaringan peredaran narkotika terus berkembang dengan berbagai modus baru.

Sementara itu, Bupati Subandi menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo mendukung pelaksanaan survei prevalensi, yang akan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan pencegahan yang lebih tepat sasaran.

“Momentum HANI ini kita jadikan titik tolak. Bersama BNNK Sidoarjo, Pemkab akan melaksanakan survei prevalensi. Tujuannya untuk mengetahui seberapa besar gambaran penyalahgunaan narkoba, kelompok usia yang paling rentan, dan faktor pemicunya. Dari data itu baru kita susun program pencegahan yang tepat sasaran,” pungkas Bupati Subandi