KaMedia – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggelar puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat nasional di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Acara tersebut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto bersama ribuan pengurus dan pegiat koperasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat koperasi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional. Menurut dia, koperasi merupakan instrumen penting dalam membangun ekonomi yang berkeadilan dan berbasis kekuatan masyarakat.
Prabowo mengibaratkan koperasi seperti sapu lidi yang memiliki kekuatan ketika seluruh bagiannya bersatu.
“Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tetapi kalau bergabung, itu menjadi kekuatan. Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia, kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi mengatakan, kehadiran Presiden dalam peringatan Harkopnas menjadi momentum penting bagi gerakan koperasi nasional. Menurut dia, pemerintah saat ini memberikan perhatian yang lebih besar terhadap penguatan koperasi sebagai bagian dari pembangunan ekonomi rakyat.
” Gerakan koperasi kini menjadi salah satu program prioritas dalam memperkuat ekonomi masyarakat secara struktural,” kata Bambang.
Ia juga menilai anggapan bahwa koperasi merupakan model ekonomi yang sudah ketinggalan zaman tidak lagi relevan. Sebagai contoh, Bambang menyebut sejumlah organisasi besar di dunia yang menerapkan sistem kepemilikan atau pengelolaan berbasis koperasi, termasuk klub sepak bola seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Muenchen, serta Rabobank di Belanda.
“Kami optimistis koperasi Indonesia dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu bersaing secara global,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dekopin sekaligus Ketua Pelaksana Harkopnas ke-79, Gilang Widya, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan acara merupakan hasil kolaborasi antara Dekopin dan Kementerian Koperasi.
Menurut Gilang, regenerasi menjadi salah satu fokus utama pengembangan koperasi ke depan. Karena itu, Dekopin mendorong keterlibatan generasi muda melalui pendekatan yang lebih modern dan berbasis digital.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran stan Koperasi Gen Z dalam rangkaian pameran Harkopnas. Stan tersebut menampilkan berbagai inovasi bisnis berbasis teknologi digital yang dikembangkan pelaku usaha muda.
” Kami ingin menunjukkan bahwa koperasi dapat menjadi wadah kolaborasi ekonomi yang relevan bagi generasi muda, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan memiliki daya saing,” kata Gilang.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan Harkopnas, termasuk kehadiran pimpinan lembaga negara, jajaran Kabinet Merah Putih, serta sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BSI, PLN, Pertamina, Pupuk Indonesia, MIND ID, dan ANTAM.
Menurut Gilang, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem koperasi nasional.
Dekopin berharap momentum Harkopnas ke-79 dapat mempercepat penguatan gerakan koperasi, termasuk melalui pengesahan Undang-Undang Perkoperasian yang baru sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Regulasi baru tersebut diharapkan dapat memberikan landasan hukum yang lebih kuat bagi pengembangan koperasi di Indonesia.











