EkonomiHeadlineJatim

HPN 2026, PLN UIT JBM Jemput Bola Pastikan Kebutuhan Industri Terlayani

×

HPN 2026, PLN UIT JBM Jemput Bola Pastikan Kebutuhan Industri Terlayani

Sebarkan artikel ini
PLN UIT JBM berdialog dengan manajemen Maspion 1 untuk mengetahui secara langsung kebutuhan dan ekspektasi pelanggan, khususnya terkait aspek kelistrikan / Foto : PLN UIT JBM.

KaMedia – Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) untuk semakin mendekatkan diri dengan pelanggan sekaligus memperkuat sinergi dengan sektor industri. Tak sekadar menyapa pelanggan, PLN UIT JBM turun langsung mendengar kebutuhan industri dan memastikan keandalan kelistrikan berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi insan PLN.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke PT Maspion 1 di Sidoarjo dan B&D Factory milik PT Bambang Djaja di Surabaya, Senin (7/9). General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, bersama jajaran manajemen berdialog langsung dengan pelanggan dan stakeholder, sekaligus memperkuat pemahaman teknis pegawai PLN terhadap peralatan kelistrikan yang mendukung sistem transmisi.

” Kami ingin HPN bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk benar-benar mendengar pelanggan. Kami hadir langsung untuk memahami kebutuhan, menerima masukan, dan memastikan layanan kelistrikan PLN mampu menopang operasional industri,” ujar Ika.

Menurut Ika, pelanggan industri memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian. Karena itu, keandalan pasokan listrik menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas dan keberlangsungan operasional industri.

” Bagi PLN, pelanggan adalah mitra strategis. Ketika industri tumbuh, kebutuhan terhadap listrik yang andal juga semakin penting. Karena itu, kami terus memperkuat komunikasi dan sinergi agar layanan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan pelanggan,” tambahnya.

Dalam kunjungan ke PT Maspion 1, PLN UIT JBM berdialog dengan manajemen Maspion untuk mengetahui secara langsung kebutuhan dan ekspektasi pelanggan, khususnya terkait aspek kelistrikan.

PT Maspion merupakan salah satu entitas manufaktur yang memproduksi berbagai kebutuhan, mulai dari peralatan rumah tangga, perkakas, produk logam dan perabot, hingga produk elektronik. Aktivitas manufaktur dengan skala besar membutuhkan dukungan kelistrikan yang andal agar proses produksi dapat berjalan secara optimal.

” Kami memastikan kebutuhan pelanggan, khususnya dari sisi kelistrikan, mendapatkan perhatian. Masukan dari pelanggan menjadi bahan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga keandalan sistem,” jelas Ika.

Ia menegaskan, PLN UIT JBM akan terus membuka ruang komunikasi dengan pelanggan dan stakeholder untuk mengantisipasi kebutuhan kelistrikan yang terus berkembang.

” Kami tidak ingin hanya hadir ketika ada persoalan. Justru kami ingin membangun komunikasi sejak awal, memahami kebutuhan pelanggan, dan bersama-sama mencari solusi terbaik,” tegasnya.

Semangat HPN juga diterjemahkan PLN UIT JBM melalui kunjungan ke B&D Factory, lini produk PT Bambang Djaja. Kegiatan ini menjadi bagian dari program upskilling dan peningkatan product knowledge bagi insan PLN.

Para pegawai PLN mendapatkan pemahaman langsung mengenai proses produksi, karakteristik, teknologi, hingga penerapan berbagai produk kelistrikan, termasuk power transformer dan distribution transformer.

Bagi PLN UIT JBM, peningkatan kompetensi teknis menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan sistem transmisi. Pemahaman yang lebih mendalam terhadap peralatan memungkinkan pegawai mengambil keputusan secara lebih tepat, meningkatkan efektivitas pemeliharaan, sekaligus memperkuat mitigasi potensi gangguan.

” Keandalan sistem tidak hanya ditentukan oleh kualitas peralatan, tetapi juga oleh kompetensi orang yang mengelolanya. Karena itu, kami ingin insan PLN memahami peralatan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi penggunaan, tetapi juga desain, proses manufaktur, karakteristik teknis, hingga implementasinya di lapangan,” ungkap Ika.

Menurutnya, product knowledge yang kuat akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pengelolaan aset dan pekerjaan di lapangan.

” Semakin baik pemahaman pegawai terhadap peralatan, semakin baik pula kemampuan kami dalam mengelola, memelihara, dan mengantisipasi potensi gangguan. Ujungnya satu, yaitu sistem transmisi semakin andal dan pelanggan mendapatkan layanan terbaik,” katanya.

Rangkaian HPN 2026 PLN UIT JBM menjadi cerminan komitmen PLN untuk terus mendekatkan diri dengan pelanggan sekaligus membangun kapabilitas internal.

Bagi PLN UIT JBM, mendengar pelanggan dan meningkatkan kompetensi merupakan dua hal yang saling menguatkan. Masukan pelanggan menjadi pijakan untuk meningkatkan layanan, sementara kompetensi insan PLN menjadi modal utama untuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal.

” HPN mengingatkan kami bahwa pelayanan terbaik dimulai dari kemauan untuk mendengar dan terus belajar. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pelanggan dan stakeholder, sekaligus meningkatkan kompetensi insan PLN,” pungkas Ika.