HeadlineJatimKesehatan

Gubernur Khofifah Tegaskan RSUD Dr. Soetomo Siap Jadi “World Class”, Bahas Pemerataan Dokter dengan Menko PMK dan Menkes

×

Gubernur Khofifah Tegaskan RSUD Dr. Soetomo Siap Jadi “World Class”, Bahas Pemerataan Dokter dengan Menko PMK dan Menkes

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Gubernur Khofifah dengan Menkes di Jakarta, untuk membahas pemerataan tenaga dokter spesialis di daerah 3T / Foto : Pemprov Jatim.

KaMedia – Di ruang rapat yang sederhana namun sarat makna di Jakarta, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berbincang serius dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

Topik pembicaraan: bagaimana RSUD Dr. Soetomo Surabaya (RSDS) tidak hanya menjadi rumah sakit kelas dunia, tapi juga rumah harapan bagi masyarakat di seluruh pelosok Jawa Timur.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Khofifah menegaskan kesiapan RSDS untuk bertransformasi menjadi World Class Academic Medical Center, sekaligus menjadi pelaksana Program Pendidikan Dokter Spesialis berbasis rumah sakit (Hospital Based).

“Ini bukan soal prestise semata. Ini tentang memastikan setiap warga Jawa Timur, dari kota hingga pelosok desa, memiliki akses ke tenaga medis spesialis yang berkualitas,” tegas Khofifah.

Pertemuan ini bukan sekadar seremonial. Dengan didampingi para pejabat RSDS, termasuk Direktur Prof. Cita RS. Prakoeswa dan Ketua Program Bedah Saraf Prof. Joni Wahyuhadi, Khofifah memaparkan bagaimana rumah sakit ini telah menjadi pusat pelayanan rujukan tingkat lanjut sekaligus pusat pendidikan dan penelitian. Ia menekankan, penguatan SDM medis adalah modal utama untuk menghadirkan pelayanan kelas dunia.

Menko PMK Pratikno merespons dengan serius. Ia meminta agar pelaksanaan Hospital Based dan sistem University Based berjalan beriringan, agar RSDS dapat menjadi model bagi rumah sakit pendidikan lain di Indonesia.

“Koordinasi ini penting agar kedua sistem saling melengkapi, bukan justru saling tumpang tindih,” ujar Pratikno.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemprov Jawa Timur. Menurutnya, program Hospital Based memiliki dampak strategis, meningkatkan pemerataan dokter spesialis ke daerah-daerah yang paling membutuhkan, sekaligus mengurangi beban biaya pendidikan bagi calon dokter.

“Ini soal menghadirkan dokter berkualitas di tempat yang paling rawan, bukan sekadar di kota besar,” ungkapnya.

Direktur RSDS Prof. Cita menekankan bahwa program ini bukan hanya tentang angka atau sertifikat, tapi tentang kehidupan nyata pasien.

“Setiap dokter spesialis yang dilatih di RSDS adalah bagian dari misi kemanusiaan: memberi layanan medis terbaik, sekaligus membangun generasi dokter yang tangguh dan peduli,” ujarnya.

Program Hospital Based memungkinkan peserta berstatus tenaga kontrak di rumah sakit, menerima gaji bulanan, sekaligus memperoleh beasiswa. Dengan sistem ini, calon dokter dapat belajar langsung menghadapi pasien, menguasai praktik klinis, sekaligus tetap terjamin dari sisi biaya pendidikan.

Pertemuan ini menegaskan satu hal, pembangunan rumah sakit kelas dunia di Jawa Timur bukan sekadar simbol, tetapi tentang kehidupan manusia, pemerataan layanan kesehatan, dan akses ke dokter spesialis bagi semua masyarakat.

Gubernur Khofifah menutup pertemuan dengan pesan tegas: “Ketika dokter tersebar merata, ketika layanan cepat, akurat, dan manusiawi, itulah bukti negara hadir di setiap kehidupan warga.”