KaMedia – Suasana duka menyelimuti Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Di tengah kabut haru yang mendalam, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir secara langsung untuk bertakziah dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tanah longsor, Senin (2/11).
Dengan penuh kehangatan, Gubernur Khofifah menemui keluarga almarhum Imron Rosadi (40) dan sang putri tercinta, Hilya (9). Kedua korban meninggal dunia setelah tertimbun material longsor yang menerjang kawasan tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur ini tidak sekadar melayat, tetapi juga menjadi suntikan kekuatan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.
”Innalilahi Wainailaihi Rajiun. Mudah-mudahan almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, seluruh khilafnya diampuni, diterima amal baiknya, serta dipanggil dalam keadaan husnul khotimah,” ungkap Khofifah dengan nada tegar namun sarat empati.
Sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah, Khofifah menyerahkan santunan langsung kepada keluarga korban serta bantuan paket sembako bagi warga sekitar. Tak berhenti di situ, Pemprov Jatim juga menggelontorkan bantuan material bangunan untuk mempercepat pemulihan rumah warga yang rusak akibat longsor, yang terdiri atas 75 sak semen Portland, 5.000 bata merah, 1.500 genteng, dan 60 batang kayu balok.

Di sela-sela kunjungannya, Khofifah mengingatkan seluruh masyarakat Jawa Timur agar meningkatkan kewaspadaan menyusul dinamika cuaca ekstrem saat ini. Jawa Timur tengah berada di ambang fase peralihan musim (pancaroba) dari kemarau panjang menuju musim hujan.
Ia memaparkan, berdasarkan revisi prediksi BMKG, puncak kekeringan di Jawa Timur bergeser ke bulan November. Di sejumlah wilayah, kelangkaan air bersih masih terjadi dan diatasi melalui dropping air oleh BPBD Jatim. Sementara itu, musim hujan diprediksi mulai merata pada Desember hingga Februari mendatang.
Turunya hujan di beberapa daerah saat ini disambut baik setelah berbagai ikhtiar dilakukan, termasuk doa bersama dan salat istisqa. “Tentu harapan kita adalah hujan yang membawa rahmat dan manfaat,” ujar Khofifah.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa datangnya hujan harus diiringi dengan kesiapsiagaan ekstra. Pasalnya, intensitas hujan yang tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor di kawasan perbukitan dan lereng. Sejumlah daerah seperti Trenggalek, Malang (khususnya Tirtoyudo), dan Lumajang telah lebih dulu merasakan dampaknya.
Mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), Khofifah menekankan bahwa mitigasi bencana tidak boleh sekadar bersifat reaktif setelah musibah terjadi, melainkan harus menjadi budaya dan kebiasaan bersama.
Ia meminta agar kewaspadaan dibangun secara berlapis, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga unit sosial terkecil di tingkat RT dan RW. Kesiapsiagaan berbasis komunitas ini dinilai krusial agar masyarakat mampu mengenali potensi ancaman di lingkungan masing-masing, memperkuat komunikasi cepat, dan melakukan evakuasi dini sebelum bencana memakan korban jiwa.
”Bagaimana secara komunitas, baik RT, RW, maupun desa, sama-sama membangun kewaspadaan. Jangan sampai ada bencana alam yang berdampak pada hilangnya nyawa saudara-saudara kita,” tegasnya.
Karena ancaman datang berganda, di mana sebagian wilayah masih menghadapi sisa kekeringan sementara wilayah lain sudah diguyur hujan, Khofifah mengajak seluruh unsur pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat untuk memperkuat koordinasi. “Kewaspadaan berganda itu harus dilakukan oleh semua pihak, semua lini,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam atas kehadiran serta perhatian langsung Gubernur Khofifah kepada warganya yang sedang tertimpa musibah. Kehadiran tersebut dinilai menjadi berkah sekaligus penguat mental bagi masyarakat Lumajang.
”Kami atas nama Pemkab Lumajang menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Gubernur atas seluruh perhatian dan kepedulian bagi warga kami di Lumajang,” tutupnya hangat.











