KaMedia – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus memperkuat komitmennya mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Salah satu fokus utama yang terus digencarkan adalah upaya pencegahan segala bentuk kekerasan terhadap anak melalui berbagai program yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga anak sebagai pelaku utama perubahan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah program konkret. Salah satunya adalah sosialisasi yang disisipkan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di berbagai sekolah. Melalui kegiatan ini, para pelajar didorong menjadi pelopor sekaligus pelapor apabila mengalami maupun mengetahui adanya tindakan kekerasan terhadap anak.
Kepala DP3AKB Kabupaten Sidoarjo, Heny Kristiani, A.Pd., M.M., menegaskan bahwa pihaknya juga terus mengintensifkan sosialisasi pencegahan perkawinan anak sebagai bagian dari perlindungan hak-hak anak dan upaya menjaga masa depan generasi muda.
“Saat ini, berdasarkan data UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Sidoarjo, hingga pertengahan tahun 2026 telah tercatat sebanyak 213 kasus yang ditangani,” ujarnya.
Heny mengungkapkan, kasus kekerasan seksual terhadap anak, baik verbal maupun nonverbal, masih menjadi kasus yang paling dominan dengan persentase mencapai 57,74 persen dari total laporan yang diterima.
Meski angka laporan cukup tinggi, DP3AKB menilai kondisi tersebut juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan. Menurutnya, intensifnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah mulai membuahkan hasil karena masyarakat kini lebih peduli dan tidak lagi ragu melapor ketika mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap anak.
“Masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup aman, nyaman, dan bahagia. Kami juga terus mempermudah akses layanan terpadu, baik secara offline maupun melalui layanan pengaduan online, agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pendampingan dan perlindungan,” pungkas Heny.











