EkonomiHeadlineSurabaya

Pengguna Face Recognition Boarding Gate KAI Daop 8 Surabaya Tembus 685 Ribu, Naik 5,6 Persen

×

Pengguna Face Recognition Boarding Gate KAI Daop 8 Surabaya Tembus 685 Ribu, Naik 5,6 Persen

Sebarkan artikel ini
Layanan Face Recognition Boarding Gate terus meningkat. Sepanjang Semester I 2026, sebanyak 685.021 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh memanfaatkan layanan berbasis pengenalan wajah tersebut di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya / Foto : KAI Sby

KaMedia – Minat masyarakat menggunakan layanan Face Recognition Boarding Gate terus meningkat. Sepanjang Semester I 2026, sebanyak 685.021 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh memanfaatkan layanan berbasis pengenalan wajah tersebut di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya.

Angka tersebut meningkat 36.296 pelanggan atau sekitar 5,6 persen dibandingkan Semester II 2025 yang mencatat 648.725 pengguna. Kenaikan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap inovasi digital KAI yang menghadirkan proses boarding lebih praktis, cepat, aman, dan nyaman.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan Face Recognition Boarding Gate merupakan bagian dari transformasi digital KAI untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan akan perjalanan yang lebih efisien.

“Transformasi digital yang dilakukan KAI bertujuan menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah dan nyaman. Melalui Face Recognition Boarding Gate, pelanggan tidak lagi perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas saat boarding. Cukup dengan verifikasi wajah, pelanggan dapat langsung memasuki area keberangkatan secara cepat, praktis, aman, dan tetap mengutamakan perlindungan data pribadi,” ujar Mahendro.

Saat ini, layanan Face Recognition Boarding Gate tersedia di tiga stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya, yakni Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Gubeng, dan Stasiun Malang.

Dari ketiga stasiun tersebut, Stasiun Surabaya Pasarturi menjadi yang paling banyak mencatat penggunaan layanan, yakni 327.434 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Surabaya Gubeng dengan 269.552 pelanggan, sedangkan Stasiun Malang mencatat 88.035 pelanggan selama Semester I 2026.

Menurut Mahendro, tingginya angka pemanfaatan layanan ini membuktikan bahwa pelanggan semakin merasakan manfaat digitalisasi layanan KAI.

” Teknologi Face Recognition Boarding Gate mampu mempercepat proses boarding hanya dalam hitungan detik. Selain mengurangi antrean, pelanggan juga tidak perlu lagi mencari atau menyiapkan dokumen perjalanan saat memasuki area boarding. Ini menjadi salah satu bentuk peningkatan kualitas layanan agar pelanggan dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman sejak berada di stasiun,” jelasnya.

Layanan ini bekerja dengan mencocokkan wajah pelanggan yang telah melakukan registrasi dengan data identitas resmi yang tersimpan di sistem KAI. Registrasi cukup dilakukan satu kali, sehingga pada perjalanan berikutnya pelanggan dapat langsung menggunakan fasilitas tersebut selama data identitasnya tidak berubah.

Tak hanya mempercepat proses boarding, Face Recognition Boarding Gate juga mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan tiket cetak serta membantu memperlancar arus penumpang, terutama pada masa dengan volume perjalanan tinggi.

KAI Daop 8 Surabaya mengajak masyarakat memanfaatkan layanan ini untuk menikmati pengalaman boarding yang lebih modern, efisien, dan praktis. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah melalui petugas di stasiun yang telah menyediakan fasilitas Face Recognition Boarding Gate.

” Ke depan, KAI akan terus mengembangkan berbagai inovasi digital untuk menghadirkan layanan transportasi yang semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Kami berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan Face Recognition Boarding Gate sebagai bagian dari pengalaman baru menggunakan kereta api yang lebih modern, praktis, dan berkesan,” tutup Mahendro