Gaya HidupSurabaya

Belajar dari Masjid Raya, Remaja Masjid Syuhada Pamekasan Menimba Inspirasi di Masjid Al-Akbar Surabaya

×

Belajar dari Masjid Raya, Remaja Masjid Syuhada Pamekasan Menimba Inspirasi di Masjid Al-Akbar Surabaya

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Semangat belajar dan kerendahan hati membawa 23 pengurus Remaja Masjid Syuhada Pamekasan, Madura, menapakkan kaki di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Selasa.Mereka datang bukan untuk berwisata, melainkan menimba inspirasi tentang bagaimana masjid bisa hidup, ramah anak muda, dan berdampak luas bagi umat.

Kunjungan yang dikemas sebagai studi wawasan itu diterima langsung oleh Ketua Remaja Masjid Generasi Z (Remas GenZI) MAS, M. Maula Azka, bersama Kabid Imarah MAS sekaligus Pembina Remas GenZI, HM Ghofirin. Dialog berlangsung cair, penuh rasa ingin tahu, dan jauh dari kesan formal.

Ketua Remaja Masjid Syuhada Pamekasan, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa kunjungan ini dilatarbelakangi keinginan untuk belajar pengelolaan kegiatan dan manajemen masjid, termasuk soal pendanaan.

“Kami ingin belajar bagaimana Remas GenZI di Masjid Al-Akbar bisa menghadirkan banyak kegiatan yang kreatif. Di tempat kami, kegiatan masih seputar kajian keislaman, Khotmil Qur’an, tahsin, dan Al-Banjari. Itu pun seminggu sekali. Di sini kegiatannya luar biasa hidup,” ujar Fauzi jujur.

Fauzi tak menampik kekagumannya pada ragam program yang digerakkan Remas GenZI MAS. Dengan gaya santai, ia pun melontarkan pertanyaan yang mewakili rasa penasaran banyak remaja masjid: dari mana sumber dananya?

Menanggapi hal tersebut, Ketua Remas GenZI MAS, M. Maula Azka, memaparkan sejumlah program unggulan yang menjadi denyut nadi kegiatan anak muda di Masjid Al-Akbar. Mulai dari GenZI Night Spectaculer, Majelis Subuh GenZI (MSG), GenZI Academy yang fokus pada pelatihan dakwah, digital, dan kewirausahaan, hingga Al-Akbar Ngaji Soccer (ANS).

“Untuk GenZI Night Spectaculer dan Majelis Subuh GenZI, kami menghadirkan kajian tematik dengan penceramah muda yang dekat dengan dunia anak muda. Khusus GenZI Night Spectaculer, sebelum talkshow ada hiburan akustik. Sedangkan ANS, kami main bola di lapangan mini standar FIFA, tapi tetap diawali dengan siraman rohani,” jelas Azka.

Sementara itu, HM Ghofirin menegaskan bahwa Masjid Al-Akbar memang secara sadar memposisikan anak muda sebagai pusat perhatian. Menurutnya, hal ini bukan sekadar tren, tetapi strategi jangka panjang menyiapkan generasi pengelola masjid di masa depan.

“Kami sedang menyiapkan SDM Indonesia Emas dari masjid. Karena itu, 60 persen kegiatan kami libatkan anak muda, dan 40 persen yang lebih senior. Anak-anak muda inilah calon pengelola Masjid Al-Akbar ke depan,” tegasnya.

Soal pendanaan, Ghofirin menjelaskan bahwa seluruh kegiatan di Masjid Al-Akbar, termasuk Remas GenZI, didukung oleh BUMM (Badan Usaha Milik Masjid). Ia pun mendorong Remaja Masjid Syuhada untuk mulai merintis hal serupa.

“Dakwah ke depan itu dakwah bil usaha. Coba di Masjid Syuhada dirintis BUMM, agar kegiatan dakwah bisa mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya sambil tersenyum.

Kunjungan tersebut ditutup dengan peninjauan lapangan Mini Soccer Al-Akbar Ngaji Soccer dan kawasan Air Mancur Masjid Al-Akbar. Bagi rombongan Remaja Masjid Syuhada Pamekasan, kunjungan ini bukan sekadar studi banding, melainkan perjalanan belajar tentang bagaimana masjid bisa menjadi rumah yang hangat, kreatif, dan relevan bagi generasi muda.