KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp13,76 miliar kepada masyarakat Kabupaten Pamekasan melalui program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 H.
Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Badan Koordinasi Wilayah Pamekasan pada Minggu (8/3). Program ini merupakan rangkaian kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-11 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Khofifah menegaskan bantuan tersebut merupakan langkah konkret pemerintah untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,” kata Khofifah.
Dari total bantuan Rp13.760.750.000, sebagian besar disalurkan melalui berbagai program perlindungan sosial.
Bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencapai Rp4.914.200.000. Dana tersebut antara lain untuk Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp3.878.000.000 bagi 1.939 keluarga penerima manfaat.
Selain itu, disalurkan bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp435.600.000 bagi 121 penerima serta bantuan KIP PPKS Jawara sebesar Rp285.000.000 bagi 95 penerima.
Pemprov juga menyalurkan bantuan operasional dan tali asih bagi pilar sosial yang bertugas langsung di lapangan. Bantuan tersebut diberikan kepada SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan total Rp315.600.000 untuk 166 penerima.
Khofifah menjelaskan bantuan ASPD diberikan sebesar Rp3,6 juta per tahun dan dicairkan secara bertahap agar proses pendampingan penerima dapat terus dipantau.
“Untuk ASPD, mereka satu tahun mendapat Rp3.600.000 dibagi empat kali supaya ada continuity penyapaan,” ujarnya.
Selain bantuan sosial, Pemprov juga menyalurkan program pemberdayaan desa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur dengan total Rp521.550.000. Bantuan tersebut mencakup Program Desa Berdaya, Jatim Puspa, bantuan BUMDes, serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
Sementara itu, bantuan keuangan desa melalui berbagai perangkat daerah mencapai Rp8.175.000.000. Dana tersebut dialokasikan untuk puluhan desa di Pamekasan melalui sejumlah organisasi perangkat daerah Pemprov Jawa Timur.
Menurut Khofifah, berbagai bantuan tersebut difokuskan untuk menekan angka kemiskinan sekaligus memperkuat kemandirian desa.
“Fokus utamanya adalah mempercepat pengentasan kemiskinan dan menekan ketimpangan. Harapannya perlindungan sosial ini bisa memberdayakan masyarakat dan memperkuat kemandirian desa,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Jatim juga menyerahkan bantuan 250 drum aspal kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk mendukung perbaikan jalan.
Khofifah menjelaskan bantuan tersebut diberikan karena banyak daerah mengalami kerusakan jalan akibat musim hujan yang panjang.
“Kalau itu jalan provinsi tentu akan diperbaiki oleh Pemprov. Tapi kalau jalan kabupaten atau desa, Pemprov memberikan dukungan berupa aspal,” ujarnya.
Selain itu, bantuan material senilai Rp100 juta juga disalurkan bagi warga terdampak bencana angin kencang di Pamekasan.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengapresiasi perhatian Pemprov Jawa Timur terhadap masyarakat di wilayahnya.
Menurutnya, bantuan tersebut akan membantu pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Ada tiga hal yang menjadi prioritas Pemkab Pamekasan, yakni pengobatan bagi warga dengan penyakit serius, rehabilitasi rumah tidak layak huni, serta pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Ia berharap dukungan Pemprov Jawa Timur dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Pamekasan.











