KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong sekolah taruna di Jawa Timur terus berkembang sebagai pusat pendidikan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan prestasi. Penguatan tersebut harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi serta wawasan kebangsaan dan kemaritiman peserta didik.
Hal itu disampaikan Khofifah saat meresmikan enam fasilitas baru dan hasil rehabilitasi di SMAN Taruna Nala Jawa Timur, Kota Malang, Kamis (20/8).
Enam fasilitas tersebut meliputi UKS Pulau Gili Labak, Rumah Belajar Gunung Semeru, Rumah Belajar Gunung Arjuno, Monumen Kapal Samudra Pratama, rehabilitasi Ruang Makan Masalembu, serta rehabilitasi Masjid At-Tarbiyah.
Khofifah menegaskan, fasilitas pendidikan tidak boleh berhenti sebagai bangunan fisik. Setiap ruang harus menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung tumbuh kembang, interaksi, karakter, dan prestasi siswa.
Menurut Khofifah, tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis membutuhkan generasi muda dengan kompetensi dan keahlian yang semakin spesifik. Karena itu, sekolah harus memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan passion masing-masing.
“Diversifikasi profesi itu makin hari makin dibutuhkan. Yang memimpin sektor-sektor tertentu harus memiliki skill, spesifikasi, konsen, dan passion di sektor yang memang membutuhkan spesifikasi itu.” ujar Khofifah.
Khusus SMAN Taruna Nala yang berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut, Khofifah mendorong pendidikan ketarunaan diperkuat dengan wawasan kemaritiman dan kenusantaraan.
” Indonesia adalah archipelago state. Laut-laut di Indonesia bukan pemisah, laut di Indonesia adalah pemersatu karena Indonesia adalah negara kepulauan.” ujarnya.
Khofifah berharap para taruna dan taruni tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memahami potensi besar sektor kemaritiman Indonesia serta memiliki kesadaran untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan laut dan wilayah kepulauan.
Pengembangan pendidikan ketarunaan juga terus dilakukan Pemprov Jatim melalui sejumlah sekolah dengan kekhasan masing-masing, antara lain Taruna Madani di Pasuruan, Taruna Brawijaya di Kediri, Taruna Angkasa di Madiun, Taruna Bhayangkara di Genteng Banyuwangi, dan Taruna Pamong Praja di Bojonegoro.
Enam fasilitas yang diresmikan dirancang memiliki fungsi edukatif. Rumah Belajar Gunung Semeru dan Gunung Arjuno diarahkan menjadi ruang belajar, kreativitas, inovasi, dan interaksi siswa.
Ruang Makan Masalembu menjadi sarana pembelajaran disiplin, tata krama, kebersamaan, dan jiwa korsa. Monumen Kapal Samudra Pratama menjadi simbol semangat kemaritiman, keberanian, dan ketangguhan. Sementara Masjid At-Tarbiyah diharapkan memperkuat keimanan dan akhlak para taruna.
” Pendidikan yang unggul harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak dan kekuatan spiritual. Ilmu, prestasi, dan kepemimpinan harus selalu berpijak pada akhlak yang baik.” lanjut Khofifah.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memberikan penghargaan kepada 10 siswa SMAN Taruna Nala yang meraih prestasi tingkat internasional.
Khofifah menegaskan kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menghalangi anak untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.
” Jangan sampai keterbatasan kondisi keluarga menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan meraih masa depan yang lebih baik.”.urai Khofifah
Apresiasi juga diberikan kepada petugas kebersihan dan penjaga sekolah melalui santunan dan sembako. Menurut Khofifah, seluruh unsur tersebut merupakan bagian dari ekosistem pendidikan.
“Sekolah adalah sebuah ekosistem. Semua harus berjalan bersama untuk menghadirkan pendidikan yang terbaik.”
Khofifah berharap SMAN Taruna Nala terus tumbuh sebagai salah satu pusat pendidikan ketarunaan unggulan di Jawa Timur yang mampu melahirkan generasi cerdas, berkarakter, berintegritas, berprestasi, serta memiliki wawasan kemaritiman dan kenusantaraan yang kuat.











