HeadlineSurabaya

Ledakan Ruko di Pakuwon City Surabaya Rusak Belasan Bangunan, Sejumlah Karyawan Terluka

×

Ledakan Ruko di Pakuwon City Surabaya Rusak Belasan Bangunan, Sejumlah Karyawan Terluka

Sebarkan artikel ini
Kondisi kompleks Ruko. San Antonio Pakuwon City Surabaya porak poranda akibat ledakan gas LPG / Foto : Istimewa.

KaMedia – Ledakan keras terjadi di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10) sekitar pukul 07.04 WIB. Ledakan yang diduga berasal dari rumah makan Nasi Tempong Dewi itu merusak belasan rumah toko (ruko) di sekitarnya.

Pantauan di lokasi, kondisi kawasan tersebut porak-poranda. Ruko yang berada di sisi kanan, kiri, hingga bagian depan Nasi Tempong Dewi mengalami kerusakan. Pecahan kaca dan material bangunan berserakan di badan jalan.

Sejumlah kendaraan, mulai sepeda motor hingga mobil yang terparkir di depan ruko, juga mengalami kerusakan akibat ledakan. Garis polisi telah dipasang untuk mengamankan lokasi.

Petugas gabungan langsung berdatangan ke lokasi. Mereka terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, kepolisian, hingga personel penjinak bom (Jibom).

Salah satu saksi mata, Felix, mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 07.04 WIB. Suara ledakan terdengar sangat keras hingga membuat kaca di tempatnya bekerja pecah.

” Suara ledakan kenceng banget, asalnya dari ruko nasi tempong, rumah makan,” kata Felix.

Sesaat setelah ledakan, sejumlah orang langsung berlarian menyelamatkan diri. Beberapa karyawan Nasi Tempong Dewi juga terlihat keluar dari lokasi dengan kondisi tubuh mengalami luka dan pakaian robek. Felix mengatakan dampak ledakan terasa hingga ke bagian atas bangunan di sekitar lokasi.

“Pas ledakan (ruko) kita langsung kena (kaca rusak dan pecah), yang di atas itu kayak mau roboh,” ujarnya.

Saksi lainnya, Happy, menyebut sedikitnya lima karyawan Nasi Tempong Dewi mengalami luka bakar akibat kejadian tersebut.

“Banyak yang terluka, luka bakar semua,” ucap Happy.

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, membenarkan adanya ledakan tersebut. Namun, dia mengatakan pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai kondisi di lapangan maupun penyebab kejadian.

“Masih dalam penyelidikan. Saya belum dapat update-nya,” ujar Sutandi.

Terkait dugaan penyebab, Sutandi menyebut LPG sebagai salah satu kemungkinan. Namun, dia menegaskan informasi tersebut masih sebatas dugaan awal dan belum menjadi kesimpulan.

“Masih dugaan (LPG),” katanya.

Sutandi juga menjelaskan bahwa ruko yang terdampak saat ini telah menjadi milik pribadi sehingga tidak lagi berada dalam pengelolaan Pakuwon Group.

Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan pemeriksaan dan pengamanan di lokasi. Penyebab pasti ledakan, tingkat kerusakan bangunan, serta kondisi seluruh korban masih menunggu hasil pemeriksaan petugas.

Headline

KaMedia – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan terhadap disiplin aparatur sipil negara (ASN). Hingga September 2026, sebanyak 58 ASN telah dikenai sanksi atas berbagai pelanggaran disiplin. Kepala Badan Kepegawaian…