KaMedia – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Jawa Timur berlangsung meriah dan penuh aksi nyata. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama 1.125 peserta dari berbagai elemen masyarakat turun langsung membersihkan sampah dan menanam pohon di kawasan Jalan MERR depan Kampus II UIN Sunan Ampel Surabaya, Gunung Anyar, Surabaya, Sabtu (6/6).
Kegiatan yang menjadi puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan terhubung secara daring dengan agenda nasional yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup RI.
Sejak pagi, jajaran Forkopimda Jawa Timur, mahasiswa, pelajar, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum bergotong royong membersihkan kawasan Sungai Gunung Anyar dan sepanjang Jalan MERR. Hasilnya, sebanyak 10.205 kilogram sampah plastik, gulma, dan eceng gondok berhasil diangkat dari area sungai sepanjang satu kilometer.
Usai aksi bersih-bersih, Khofifah bersama Forkopimda Jawa Timur melakukan penanaman pohon pule setinggi enam meter sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.
Dalam kesempatan itu, Khofifah mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum perubahan perilaku menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 harus menjadi penguat perubahan perilaku menuju Jawa Timur yang semakin hijau, bersih, sehat, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Khofifah menekankan pentingnya gerakan lingkungan yang dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Menurutnya, langkah promotif diwujudkan melalui gerakan penghijauan dan penanaman pohon secara masif. Langkah preventif dilakukan dengan membiasakan memilah sampah sejak dari rumah tangga. Sementara kuratif diwujudkan melalui aksi bersih lingkungan secara kolektif, dan rehabilitatif dilakukan dengan menanam kembali kawasan yang mengalami kerusakan atau membutuhkan pemulihan ekosistem.
” Gerakan mencintai lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Semua elemen harus bergerak bersama agar terwujud Indonesia ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” tegasnya.
Khofifah juga menyoroti komitmen Jawa Timur dalam menjaga ekosistem pesisir melalui pengembangan kawasan mangrove. Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov Jatim, sekitar 51 persen luasan hutan mangrove di Pulau Jawa berada di Jawa Timur.
“Festival Mangrove sudah kami lakukan selama tiga tahun terakhir. Ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat mitigasi perubahan iklim sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir,” katanya.
Selain itu, Pemprov Jawa Timur terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) guna menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks di berbagai daerah.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat, mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan Jawa Timur dalam pengelolaan sampah dan pengembangan mangrove secara terintegrasi.
“Saya merasa tertantang untuk datang ke Jawa Timur melihat langsung pengelolaan sampah di sini. Semoga apa yang dilakukan Jawa Timur bisa menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia,” ujarnya.
Dengan aksi bersih lingkungan, penanaman pohon, hingga penguatan pengelolaan sampah berkelanjutan, Jawa Timur menunjukkan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan nyata membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.











