KaMedia – Suasana halaman panti asuhan di Kota Malang sore itu terasa berbeda. Menjelang azan magrib, puluhan anak tampak duduk rapi dengan wajah berbinar. Di tangan mereka sudah tergenggam bingkisan berisi kue Lebaran, paket sembako, hingga pakaian ibadah baru. Tawa kecil dan bisik-bisik penuh rasa penasaran sesekali terdengar, menunggu waktu berbuka tiba.
Di tengah suasana hangat Ramadan itulah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar kegiatan Semarak Ramadan Berbagi, Minggu (8/3). Kegiatan ini menghadirkan buka puasa bersama sekaligus penyaluran bingkisan Lebaran kepada 100 anak yatim piatu di Malang, Jawa Timur.
Bagi anak-anak tersebut, Ramadan tahun ini menjadi sedikit lebih istimewa. Selain berbuka bersama, mereka juga membawa pulang paket Lebaran berisi kebutuhan pokok, kue khas hari raya, hingga baju koko dan gamis untuk menyambut Idulfitri.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Kemaslahatan, SDM, dan PUM, Sulistyowati, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPKH menghadirkan manfaat nyata dari pengelolaan dana haji bagi masyarakat.
Menurutnya, BPKH mengelola dua jenis dana utama, yakni Dana Setoran Awal Haji dan Dana Abadi Umat. Dari pengelolaan dana tersebut dihasilkan nilai manfaat yang kemudian disalurkan melalui berbagai program kemaslahatan.
“Nilai manfaat dari dana ini kami optimalkan untuk mendukung program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sehingga kehadiran BPKH dapat dirasakan manfaatnya secara luas,” ujarnya.
Program Semarak Ramadan Berbagi sendiri menjadi bagian dari rangkaian besar Program Berkah Ramadan BPKH 1447 Hijriah yang mengusung tema “Bangkit Bersama, Umat Berdaya.”
Tak hanya santunan untuk anak yatim, BPKH juga menjalankan sejumlah program sosial lain sepanjang Ramadan. Di antaranya distribusi Al-Qur’an dan Iqra ke wilayah pelosok, pemberdayaan ekonomi umat melalui program kewirausahaan di Kampung Haji BPKH, hingga revitalisasi sarana ibadah seperti perbaikan masjid dan musala di titik transportasi publik seperti terminal dan pelabuhan.
Salah satu program yang juga menarik perhatian masyarakat adalah Balik Kerja Bareng BPKH. Program ini menyediakan transportasi gratis bagi masyarakat yang kembali bekerja di kawasan Jabodetabek setelah libur Lebaran.
Khusus di Jawa Timur, program tersebut menyiapkan 15 bus eksekutif dengan titik keberangkatan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Antusiasme masyarakat pun tinggi. Dari kuota 675 peserta, tercatat sebanyak 1.412 orang mendaftar.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif BPKH. Ia menilai program tersebut memberikan perhatian nyata kepada anak-anak yatim sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di bulan suci.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian BPKH terhadap anak-anak yatim di Kota Malang. Semoga sinergi antara BPKH dengan Pemerintah Kota Malang serta seluruh stakeholder di Bumi Arema semakin kuat ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, pengurus panti asuhan yang hadir juga menyambut baik kegiatan tersebut. Bagi mereka, bantuan yang diberikan bukan sekadar paket Lebaran, tetapi juga menjadi sumber kebahagiaan bagi anak-anak yang menjalani Ramadan tanpa orang tua.
Menjelang waktu berbuka, senyum anak-anak semakin lebar. Bingkisan yang mereka pegang seakan menjadi simbol sederhana dari kepedulian yang dibagikan di bulan penuh berkah.
Melalui kegiatan ini, BPKH berharap kebahagiaan Ramadan dapat dirasakan lebih luas sekaligus memperkuat dampak positif pengelolaan dana haji bagi masyarakat. Di tengah hangatnya kebersamaan sore itu, Ramadan di Malang bukan hanya tentang berbuka puasa, tetapi juga tentang berbagi harapan.











