KaMedia – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) mengunci kesiapan sistem kelistrikan di Jawa Timur dan Bali menjelang perayaan Tahun Baru 2026. Ribuan personel disiagakan, peralatan darurat disiapkan, dan seluruh jaringan transmisi dipastikan dalam kondisi prima demi menjaga pasokan listrik tetap andal di momen puncak pergantian tahun.
PLN UIT JBM telah menetapkan masa siaga kelistrikan sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, periode krusial yang identik dengan lonjakan beban listrik dan meningkatnya aktivitas masyarakat.
Dalam masa siaga tersebut, 1.207 personel diterjunkan dan disebar di 22 Posko Siaga yang mencakup wilayah Jawa Timur dan Bali. Personel terdiri dari petugas kantor induk, unit pelaksana, tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), tim pemeliharaan, operator gardu induk, hingga ratusan line walker yang rutin melakukan patroli jalur transmisi.
Infrastruktur dan Alat Darurat Siap Gerak
Tak hanya mengandalkan sumber daya manusia, PLN UIT JBM juga menyiagakan peralatan strategis untuk merespons kondisi darurat secara cepat. Di antaranya 8 set DC Mobile, 7 set Trafo Mobile, serta 3 unit Tower Emergency Restoration System (ERS) yang siap digerakkan kapan pun dibutuhkan.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa kesiapan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari sistem kerja terukur yang terus disempurnakan.
“Masa siaga Nataru ini cukup panjang dan sudah menjadi agenda rutin kami setiap tahun. Seluruh persiapan dilakukan secara terkontrol dan sistematis. Kami pastikan personel maupun peralatan dalam kondisi prima agar pelayanan penyaluran listrik tetap optimal,” tegas Ika.
Memasuki musim hujan, PLN UIT JBM juga meningkatkan pemantauan cuaca ekstrem sebagai langkah mitigasi risiko gangguan sistem transmisi. Personel siaga melakukan pengawasan berkala untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat hujan lebat, angin kencang, maupun petir.
Di sisi pengamanan, PLN UIT JBM memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri untuk menjaga aset-aset vital ketenagalistrikan. Sinergi lintas sektor ini dinilai krusial, terutama saat aktivitas masyarakat meningkat tajam pada perayaan akhir tahun.
Selain itu, PLN UIT JBM juga menggencarkan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan, termasuk imbauan tegas agar masyarakat tidak bermain layangan di sekitar jaringan transmisi. Pemantauan aktivitas layangan dilakukan secara berkala guna mencegah gangguan eksternal.
Dengan seluruh langkah tersebut, PLN UIT JBM memastikan sistem transmisi Jawa Timur dan Bali dalam kondisi siap penuh, sehingga masyarakat dapat menyambut Tahun Baru 2026 dengan rasa aman, nyaman, dan tanpa kekhawatiran gangguan listrik.











