KaMedia – Tidak ada ruang kompromi di Raksa Fighting Camp Pasmar 2. Sebanyak 426 atlet dari 20 kabupaten/kota di Jawa Timur saling berhadapan dalam Kejurprov IBCA MMA Jawa Timur 2026 Sirkuit I, yang digelar pada 22–25 Januari 2026. Ajang ini bukan sekadar kejuaraan daerah, ini adalah medan seleksi keras menuju PON Bela Diri II 2026 di Manado.
Setiap laga menjadi penentu. Setiap kemenangan adalah tiket menuju level berikutnya. Pengprov IBCA MMA Jawa Timur menjadikan Kejurprov ini sebagai pintu utama menjaring petarung terbaik yang siap dibawa ke pentas nasional hingga internasional.
Ketua Pengprov IBCA MMA Jawa Timur, Arif Budi, menegaskan bahwa tingginya jumlah peserta mencerminkan ledakan animo sekaligus ketatnya persaingan di cabang olahraga bela diri campuran tersebut.
“Ini bukan sekadar banyak-banyakan peserta. Ini seleksi. Yang bertahan dan tampil menonjol akan kami siapkan untuk PON Bela Diri dan event internasional, termasuk ke Malaysia,” tegas Arif usai pembukaan kejuaraan.
Arif memastikan, atlet-atlet yang tampil dominan di Sirkuit I tidak akan dilepas begitu saja. Mereka akan masuk dalam program pembinaan lanjutan sebagai bagian dari peta jalan menuju PON Bela Diri II 2026. Pengprov juga telah menyiapkan Sirkuit II dan III untuk memastikan konsistensi performa dan menambah jam terbang atlet.
“Cabang ini tergolong baru, tapi atmosfer kompetisinya sudah panas. Ini sinyal kuat bahwa pembinaan di daerah mulai hidup,” ujarnya.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menilai Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 memiliki bobot strategis. Menurutnya, ajang ini bukan hanya seleksi menuju PON Bela Diri II 2026, tetapi juga fondasi awal menghadapi PON NTT–NTB 2028.
Nabil mengingatkan, IBCA MMA Jawa Timur telah menunjukkan taringnya saat PON Aceh–Sumut 2024, meski masih berstatus cabang ekshibisi. Saat itu, Jawa Timur sukses membukukan 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
“Capaian tiga emas itu bukan kebetulan. Potensinya besar. Sekarang tinggal konsistensi pembinaan dan keberanian menguji atlet lewat kompetisi seperti ini,” kata Nabil.
Ia menegaskan, PON Bela Diri harus dimanfaatkan sebagai ajang tempur awal sebelum target besar di PON 2028.
“PON Bela Diri adalah saringan. Yang lolos di sini, itulah yang kita siapkan untuk bertarung di level tertinggi,” pungkasnya.











