KaMedia – Deretan papan catur berjajar rapi di lantai BG Junction Mall Surabaya, Minggu siang. Bukan orang dewasa yang duduk serius di balik bidak hitam-putih itu, melainkan anak-anak, sebagian bahkan belum genap berusia enam tahun. Tatapan mereka tajam, dahi berkerut, tangan kecil bergerak penuh perhitungan. Inilah Junior Rapid Chess Championship 2026, panggung awal lahirnya calon pecatur masa depan.
Sebanyak 168 pecatur cilik dari berbagai daerah ambil bagian dalam turnamen ini. Ajang tersebut menjadi pembuka kalender kompetisi catur usia dini di awal tahun 2026 dan langsung menyedot antusiasme tinggi, tak hanya dari peserta, tetapi juga orang tua dan komunitas catur.
Turnamen yang digagas King Knight Creative bekerja sama dengan Garam Cap Kapal ini mempertandingkan delapan kategori usia, mulai dari U-6, U-8, U-10 hingga U-12, masing-masing untuk putra dan putri. Sistem Swiss enam babak diterapkan, menuntut konsistensi dan fokus penuh sejak langkah pertama hingga akhir pertandingan.
Di tengah hiruk-pikuk mal, suasana pertandingan justru terasa sunyi dan tegang. Setiap langkah pion, kuda, hingga ratu seolah menentukan segalanya. Sesekali, orang tua hanya bisa menahan napas dari balik garis pembatas, menyaksikan anak-anak mereka bertarung bukan dengan tenaga, melainkan dengan strategi.
Tournament Director sekaligus Founder King Knight Creative, Henud Daulah, mengaku bersyukur turnamen perdana di tahun 2026 ini mendapat respons luar biasa.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan Cap Kapal Checkmate Junior Chess Championship 2026, yang pertama di tahun 2026. Pesertanya mencapai 168 atlet cilik, dengan delapan kategori usia dan sistem Swiss enam babak,” ujarnya.
Antusiasme itu tak hanya datang dari Jawa Timur. Sejumlah peserta rela menempuh perjalanan jauh demi duduk di depan papan catur.
“Bukan hanya dari Jawa Timur, tapi juga ada yang datang dari Semarang dan Pekanbaru. Ini membuktikan bahwa pembinaan catur usia dini semakin diminati,” kata Henud.
Lebih dari sekadar turnamen, ajang ini dirancang sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang. Junior Rapid Chess Championship menjadi agenda rutin bulanan hasil kolaborasi King Knight Creative dan Garam Cap Kapal.
“Event ini digelar rutin dari April sampai November. Di bulan November nanti, para juara tiap kategori akan dikompetisikan kembali. Pemenangnya akan kami fasilitasi untuk mengikuti turnamen catur standar internasional Cap Kapal Checkmate di BG Junction pada Desember 2026,” jelas Henud.
Dukungan penuh juga datang dari KONI Kota Surabaya. Kehadiran Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom, di arena pertandingan menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi para atlet muda.
“Kami sangat mengapresiasi turnamen seperti ini. Pembinaan atlet harus dimulai sejak usia dini, dan catur adalah olahraga yang membangun karakter, konsentrasi, serta sportivitas,” ungkap Arderio.
Menurutnya, kolaborasi antara komunitas olahraga, sponsor, dan pemerintah daerah merupakan kunci utama lahirnya prestasi.
“Dengan dukungan berkelanjutan, kami berharap Surabaya bisa melahirkan pecatur-pecatur muda yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” pungkasnya.











