KaMedia – Langkah besar kembali ditorehkan oleh para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Jawa Timur untuk merangsek ke kancah global. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka kegiatan Business Matching antara UKM Jatim dengan jejaring pelaku usaha asal Jepang di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Ajang strategis yang dihelat pada Jumat (30/10) malam ini mempertemukan sekitar 40 pelaku UKM lokal dengan CEO Sariraya Co. Ltd., Teguh Wahyudi, perusahaan pelopor importir produk halal asal Indonesia di Jepang yang berdiri sejak tahun 2005.
Tak sekadar pameran, momentum ini menjadi ajang kurasi langsung agar produk-produk unggulan Jatim bisa memenuhi standar ketat pasar internasional.
Antusiasme terlihat jelas dari ragam komoditas yang dipamerkan. Mulai dari mangga arum manis, aneka keripik dan kerupuk, olahan lele, sambal, bumbu pecel, bumbu dapur, petis madura, cabai rawit, cabai keriting, produk frozen food, hingga air mineral santri hasil binaan program OPOP (One Pesantren One Product).
Hasilnya pun langsung berbuah manis. Dari proses kurasi mendalam tersebut, sebanyak 25 pelaku usaha dinyatakan lolos dan siap melakukan pengiriman dengan nilai potensi transaksi yang fantastis, mencapai Rp1.133.260.946.000.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kesempatan ini merupakan peluang emas bagi UKM Jatim untuk naik kelas dan mendunia. Ia berpesan agar para pelaku usaha segera menindaklanjuti seluruh feedback yang diberikan oleh pihak Sariraya.
“Peluang ini dibawa langsung oleh Sariraya Co. Ltd. Harapan saya, masukan dari Pak Teguh bisa segera ditindaklanjuti oleh UKM kita, sehingga ini menjadi jalan pembuka yang lebar untuk ekspor ke Jepang,” ujar Gubernur Khofifah penuh optimisme.

Sementara itu, CEO Sariraya Co. Ltd., Teguh Wahyudi, memuji kualitas produk UKM Jawa Timur yang dinilai luar biasa bagus. Namun, pria asal Tuban tersebut mengingatkan adanya beberapa penyesuaian (improvement) penting agar produk-produk tersebut layak bersaing di rak-rak toko Jepang.
Menurutnya, standar utama yang wajib dipenuhi pelaku UKM mencakup dua hal krusial. Transparansi Komposisi (Ingredient), rincian kandungan bahan harus tercantum secara detail dan jelas pada kemasan. Selain itu juga estetika kemasan (Packaging). Tampilan visual yang menarik dan profesional untuk memikat konsumen global.
Meski demikian, Teguh memastikan pihaknya siap mendampingi dan membuka pintu komunikasi seluas-luasnya bagi UKM Jatim yang ingin berkonsultasi secara intensif melalui tim Sariraya yang ada di daerah.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah daerah, jaringan diaspora, dan semangat juang para pelaku usaha, produk-produk UKM Jawa Timur kini semakin mantap melangkah untuk tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tetapi juga menguasai pasar global.











