Jatim

Surabaya Gaspol Ekspor: 1.000 Lowongan Kerja Dibuka di SIL Festival 2026

×

Surabaya Gaspol Ekspor: 1.000 Lowongan Kerja Dibuka di SIL Festival 2026

Sebarkan artikel ini
Pemkot Surabaya menempuh strategi agresif menekan pengangguran: mendorong industri lokal tembus pasar ekspor sekaligus membuka lapangan kerja, lewat Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival 2026 / Foto : Diskominfo Surabaya.

KaMedia – Pemerintah Kota Surabaya menempuh strategi agresif menekan pengangguran: mendorong industri lokal tembus pasar ekspor sekaligus membuka lapangan kerja. Lewat Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival 2026, dua agenda itu digabung dalam satu ekosistem.

Festival dibuka dengan coaching clinic business matching ekspor pada 30–31 Maret di Balai Pemuda. Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) tidak hanya dipertemukan dengan buyer global, tetapi juga ditempa dari sisi teknis, mulai pemasaran, presentasi, hingga komunikasi bisnis internasional.

Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menegaskan job fair saja tidak cukup.

“Industri harus tumbuh. Saat menembus ekspor, produksi naik dan kebutuhan tenaga kerja ikut terdongkrak,” ujarnya.

Program ini menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk menjembatani pelaku usaha dengan buyer luar negeri, termasuk kurasi produk dan penyusunan Letter of Intent (LoI), dua titik lemah umum IKM. Fokus lain: kemasan, presentasi, dan kemampuan bahasa Inggris.

Puncak acara digelar 7–8 April 2026: job fair dan forum ekspor. Lebih dari 1.000 lowongan disiapkan, termasuk untuk penyandang disabilitas. Wawancara langsung dilakukan di Balai Pemuda (7 April) dan Grand City (8 April).

Forum ekspor mempertemukan industri dengan buyer dari enam negara: Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Pakistan (luring), serta Oman, Hong Kong, dan Singapura (daring). Targetnya jelas: transaksi konkret, bukan sekadar penjajakan.

Total lebih dari 700 perusahaan terlibat—60 IKM di coaching clinic dan 644 perusahaan besar dalam keseluruhan rangkaian. Menariknya, acara ini tanpa APBD; didukung swasta (Performa Optima Group), dengan pemkot sebagai fasilitator.

Target ambisius dipasang: potensi transaksi hingga 1 juta dolar AS. Pelepasan ekspor direncanakan dipimpin langsung Wali Kota Eri Cahyadi sebagai simbol kesiapan industri lokal go global.

SIL 2026 bukan seremoni. Fokusnya “matching” antara industri dan buyer agar berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Selain perhiasan, yang sudah kuat, pemkot membidik sektor lain untuk naik kelas.

Transformasi juga menyasar digitalisasi, industri hijau, dan tata kelola usaha. Di sisi tenaga kerja: peningkatan kualitas SDM, produktivitas, hubungan industrial, dan akses kerja inklusif.

Dengan strategi mengaitkan ekspor dan ketenagakerjaan, Surabaya membidik satu hasil: industri naik kelas, pasar meluas, dan pengangguran turun.