KaMedia – Di tengah derasnya arus digital dan banjir informasi media sosial, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat kembali menjadikan membaca sebagai gaya hidup. Ajakan itu disampaikan dalam peringatan Hari Buku Nasional 2026 dan HUT ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Minggu (17/5/2026).
Bagi Khofifah, buku bukan sekadar kumpulan halaman berisi tulisan, melainkan jendela pengetahuan yang mampu membentuk generasi cerdas, kritis, dan berkarakter.
“Literasi adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Budaya membaca harus dibangun sejak dini agar lahir generasi yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.
Menurut Khofifah, peringatan Hari Buku Nasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat tentang besarnya peran buku dan perpustakaan dalam membangun peradaban bangsa. Apalagi di era digital saat ini, kemampuan literasi tidak lagi hanya soal membaca, tetapi juga memahami dan menyaring informasi secara bijak.
Ia mengingatkan, masyarakat harus memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terjebak hoaks maupun disinformasi yang banyak beredar di ruang digital.
“Literasi hari ini bukan hanya membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami dan memilah informasi dengan benar,” ujarnya.
Karena itu, Pemprov Jatim terus mendorong budaya membaca melalui berbagai inovasi kreatif. Mulai dari Mobil Perpustakaan Keliling (MPK), dongeng keliling (Dollen), Tur Keliling Perpustakaan (Tulip), hingga podcast literasi yang dirancang lebih dekat dengan generasi muda.
Khofifah ingin literasi hadir dengan cara yang menyenangkan, terutama bagi anak-anak, agar kecintaan terhadap buku tumbuh sejak dini dan tidak kalah oleh ketergantungan pada gawai.
“Kami ingin anak-anak mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari,” katanya.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Perpustakaan Nasional, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Timur tahun 2025 mencapai 56,29. Capaian itu ditopang pemerataan layanan perpustakaan, meningkatnya kunjungan masyarakat, hingga tumbuhnya komunitas literasi di berbagai daerah.
Khofifah juga menegaskan bahwa membangun budaya membaca bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
“Penguatan literasi adalah kerja bersama. Harus ada sinergi dari rumah, sekolah, hingga masyarakat,” tuturnya.
Melalui momentum Hari Buku Nasional 2026, Khofifah mengajak masyarakat menyisihkan waktu setiap hari untuk membaca. Sebab menurutnya, buku mampu membuka cakrawala dan membawa seseorang menjelajahi dunia tanpa harus pergi jauh.
“Dengan membaca, kita bisa menjelajahi dunia tanpa harus ke mana-mana,” pungkasnya.











