HeadlineJatim

Gubernur Khofifah Sambut 57 Bhikkhu Lintas Negara di Grahadi

×

Gubernur Khofifah Sambut 57 Bhikkhu Lintas Negara di Grahadi

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Suasana Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (15/5), terasa berbeda. Di tengah hiruk pikuk kota, puluhan Bhikkhu dari berbagai negara datang dengan langkah sederhana namun membawa pesan besar tentang perdamaian dunia.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut langsung 57 Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace 2026, sebuah perjalanan spiritual lintas negara yang menempuh ratusan kilometer demi menyuarakan toleransi, kebersamaan, dan harmoni antarumat beragama.

Para Bhikkhu itu berasal dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia. Dengan berjalan kaki sejauh sekitar 666 kilometer, mereka membawa pesan universal tentang damai yang melampaui batas negara, budaya, maupun keyakinan.

“Selamat datang di Jawa Timur, Bumi Majapahit, bumi yang mengenalkan Bhinneka Tunggal Ika, bahwa kita berbeda-beda tetapi satu dalam mewujudkan harmoni antar manusia,” ujar Khofifah penuh hangat.

Bagi Khofifah, perjalanan para Bhikkhu bukan sekadar menapaki jalan panjang dari satu kota ke kota lain. Lebih dari itu, langkah-langkah mereka adalah perjalanan nilai yang menyentuh sisi kemanusiaan paling mendasar.

Di tengah dunia yang kerap diwarnai konflik dan perbedaan, kehadiran para Bhikkhu menghadirkan kesejukan. Mereka berjalan tanpa kemewahan, membawa kesederhanaan, ketulusan, dan harapan agar manusia kembali mengingat pentingnya hidup berdampingan dengan damai.

“Saya ingin mengajak kita semua terus menyuarakan perdamaian dan kebahagiaan. Karena itulah yang sesungguhnya dibutuhkan umat manusia saat ini,” tutur Khofifah.

Perjalanan spiritual itu juga menyisakan kisah-kisah sederhana yang menghangatkan hati. Sepanjang perjalanan dari Bali menuju Surabaya, para Bhikkhu bertemu masyarakat dan anak-anak yang menyambut mereka dengan senyum dan antusiasme.

Meski tak selalu memahami bahasa satu sama lain, sapaan hangat dan senyum tulus menjadi bahasa universal yang menyatukan.

“Di situlah makna perdamaian hadir. Sederhana, tetapi mampu menyentuh hati dan menghadirkan rasa persaudaraan di tengah keberagaman,” kata Khofifah.

Kepala rombongan Bhikkhu, Phra Phanarin Oaksonthip, mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Jawa Timur yang begitu ramah kepada mereka.

“Kami bahagia sekali. Selama perjalanan dari Bali cuacanya panas, tetapi saat sampai di Surabaya rasanya adem karena banyak pohonnya. Terima kasih atas sambutan hangat dari pemerintah, aparat, dan masyarakat,” ujarnya sambil tersenyum.

Momentum penyambutan itu menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia berubah menjadi ruang perjumpaan antarbangsa dan antariman yang mengingatkan bahwa perdamaian selalu bisa dimulai dari langkah kecil, hati yang tenang, dan rasa saling menghormati.

Bagi masyarakat Jawa Timur, kehadiran para Bhikkhu juga menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling menguatkan.

Khofifah pun berharap perjalanan Indonesia Walk for Peace 2026 terus membawa jejak kebaikan dan menebarkan pesan damai bagi Indonesia maupun dunia.

“Semoga setiap langkah yang dijalani menjadi jejak kebaikan yang membawa kedamaian bagi Indonesia dan dunia,” pungkasnya.