HeadlineJatim

Saat Azan Maghrib Menghapus Sekat: Hangatnya Buka Puasa Warga Binaan Bersama Keluarga di Lapas Porong

×

Saat Azan Maghrib Menghapus Sekat: Hangatnya Buka Puasa Warga Binaan Bersama Keluarga di Lapas Porong

Sebarkan artikel ini
Suasana haru menyelimuti Lapas Klas I Surabaya di Porong saat dilaksanakan buka bersama keluarga / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Sore itu, halaman kunjungan Lapas Kelas I Surabaya perlahan dipenuhi orang-orang yang datang dengan satu tujuan yang sama: bertemu keluarga.

Beberapa ibu menggenggam kantong berisi makanan berbuka. Anak-anak duduk di kursi plastik sambil menatap pintu masuk dengan penuh harap. Di antara kerumunan itu, ada yang sudah datang sejak siang hari, rela mengantre lebih awal agar bisa mendapatkan kesempatan berbuka puasa bersama orang tercinta yang sedang menjalani masa pidana.

Ramadan tahun ini terasa berbeda di Lapas Porong. Untuk pertama kalinya, ratusan warga binaan mendapatkan kesempatan langka berbuka puasa bersama keluarga mereka dalam program kunjungan khusus yang diselenggarakan pihak lapas.

Program ini berlangsung selama dua hari, yakni Kamis (5/3) dan Jumat (13/3) pukul 15.00 hingga 18.30. Pada hari pertama saja, sebanyak 107 warga binaan mendapat kesempatan menerima kunjungan keluarga sekaligus mengikuti kegiatan berbuka puasa bersama.

Bagi sebagian orang, berbuka puasa bersama keluarga mungkin adalah hal yang sederhana. Namun bagi para warga binaan, momen itu terasa begitu berharga.

Seorang pria paruh baya terlihat memeluk anaknya erat ketika akhirnya dipersilakan masuk ke ruang kunjungan. Anak itu tampak tak ingin melepaskan genggaman tangan ayahnya.

Sambil menunggu waktu berbuka, suasana di ruang kunjungan diisi dengan alunan musik. Penampilan musik live dari Gereja Anugerah Lapas Kelas I Surabaya mengalun lembut, menghadirkan nuansa hangat sekaligus menggambarkan toleransi yang hidup di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Tawa kecil dan obrolan pelan mulai terdengar dari berbagai sudut ruangan. Ada yang saling bertanya kabar, ada pula yang sekadar menatap wajah keluarga yang lama tidak ditemui.

Ketika azan maghrib akhirnya berkumandang, suasana berubah menjadi lebih hening sekaligus haru. Warga binaan dan keluarga mereka membuka puasa bersama. Hidangan sederhana terasa begitu istimewa ketika dinikmati bersama orang-orang terkasih.

Di tengah suasana tersebut, Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial Ramadan.

“Dukungan keluarga sangat penting dalam proses pembinaan warga binaan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menjaga hubungan emosional mereka agar tetap kuat sebagai bekal saat kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya, Minggu (8/3).

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan suasana kebersamaan di dalam lapas, sekaligus mengingatkan bahwa setiap orang tetap memiliki keluarga yang menunggu mereka pulang.

Bagi salah satu warga binaan, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan.

“Saya sangat senang bisa berbuka puasa bersama keluarga di sini. Ini pertama kalinya kami merasakan momen seperti ini selama berada di lapas,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Baginya, pertemuan singkat itu bukan hanya melepas rindu, tetapi juga menjadi penguat hati untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.

Sore perlahan berganti malam. Waktu kunjungan hampir usai. Satu per satu keluarga berpamitan. Pelukan kembali terjadi, kali ini sedikit lebih lama, seolah ingin menyimpan hangatnya kebersamaan sebelum pintu kembali tertutup.

Di balik tembok tinggi lapas, azan maghrib hari itu tidak hanya menandai waktu berbuka puasa. Ia juga menjadi pengingat bahwa harapan, keluarga, dan kesempatan untuk memperbaiki diri masih selalu ada.