KaMedia– Atmosfer panas mulai terasa jelang gelaran Muaythai Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang akan digelar bersamaan dengan Liga Muaythai Jawa Timur Seri II pada 24–26 April 2026 di City of Tomorrow (CITO). Memasuki tahap akhir persiapan, panitia memastikan seluruh aspek sudah siap menyambut ratusan atlet terbaik dari berbagai daerah.
Bersama Muaythai Indonesia Jawa Timur, panitia telah mematangkan segala kebutuhan teknis. Mulai dari arena dan ring pertandingan hingga perangkat seperti wasit dan juri, semuanya telah melalui seleksi ketat demi menjamin standar nasional dan menjaga sportivitas di atas ring.
Ketua Pengkot MI Surabaya, Hendry Lianto, menegaskan kesiapan penuh jelang hari-H. Ia memastikan koordinasi berjalan solid agar event berlangsung profesional dan tanpa hambatan.
Tak hanya soal teknis, partisipasi besar juga menjadi sorotan. Ratusan atlet dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur dipastikan turun bertanding, menjadikan ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga panggung evaluasi menuju level nasional bahkan internasional.
“Ini momentum penting bagi pembinaan atlet. Kami ingin melahirkan petarung-petarung potensial yang mampu bersaing lebih tinggi,” ujar Hendry.
Dari sisi keamanan, panitia tak main-main. Dukungan aparat, tenaga medis, hingga perlindungan melalui BPJS telah disiapkan guna memastikan keselamatan atlet selama bertanding. Kehadiran pejabat daerah, termasuk Wali Kota Surabaya dan Forkopimda, juga diharapkan menambah semarak pembukaan.
Menariknya, dukungan juga datang dari sektor swasta. Flash Fitness yang berlokasi di CITO turut berkontribusi dengan memberikan voucher keanggotaan gratis bagi para juara sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan performa atlet.
Tak berhenti di situ, kabar menggembirakan datang bagi atlet tuan rumah. Petarung asal Surabaya yang berhasil meraih medali emas disebut akan mendapatkan bonus uang dari pemerintah kota menambah motivasi untuk tampil habis-habisan.
Dengan semua persiapan yang telah rampung, Surabaya siap menjadi saksi lahirnya bintang-bintang baru Muaythai. Ajang ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang semangat, disiplin, dan masa depan olahraga bela diri di Jawa Timur.











