Jatim

PT Delta Artha Siapkan Strategi Bisnis Adaptif, Fokus Tekan Kredit Bermasalah dan Perkuat Pembiayaan UMKM

×

PT Delta Artha Siapkan Strategi Bisnis Adaptif, Fokus Tekan Kredit Bermasalah dan Perkuat Pembiayaan UMKM

Sebarkan artikel ini
Direktur PT Delta Artha, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, S.T., M.M./Foto : Fifin Jun.

KaMedia – PT Delta Artha (Perseroda) terus melakukan penyesuaian strategi bisnis agar tetap adaptif terhadap dinamika pasar dan kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut dijalankan dengan tetap mengacu pada kebijakan regulator serta prinsip kehati-hatian yang menjadi landasan operasional perusahaan.

Direktur PT Delta Artha, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, S.T., M.M., mengatakan saat ini perseroan tengah menjalankan proses normalisasi kualitas kredit setelah periode ekspansi pembiayaan yang dilakukan sebelumnya. Salah satu fokus utama adalah penanganan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) secara terukur dan berkelanjutan.

Menurut Sofia, peningkatan rasio NPL tidak terlepas dari faktor eksternal, terutama perlambatan kondisi ekonomi yang memengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya.

“Rasio NPL dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang berdampak pada kemampuan bayar debitur. Namun kondisi ini masih dalam batas yang dapat dikelola dan berada di bawah rata-rata kualitas NPL gagal bayar di Jawa Timur maupun nasional. Karena itu, penanganannya menjadi fokus utama manajemen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan kredit bermasalah lebih banyak terjadi pada segmen kredit produktif, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang memang menjadi sektor paling sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Meski demikian, Sofia memastikan portofolio pembiayaan PT Delta Artha tetap terdiversifikasi dengan baik sehingga risiko dapat dikelola secara optimal dan tidak terkonsentrasi pada sektor tertentu.

Di sisi lain, PT Delta Artha tetap melanjutkan ekspansi kredit sehat sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas inklusi keuangan, khususnya melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA).

“Setiap ekspansi tentu memiliki fase penyesuaian kualitas kredit. Namun kami memastikan seluruh penyaluran pembiayaan tetap dilakukan dengan prinsip prudential banking atau kehati-hatian,” tegasnya.

Untuk menekan rasio NPL secara bertahap, manajemen telah menjalankan sejumlah langkah strategis, antara lain penagihan intensif dan monitoring kredit secara berkala, restrukturisasi bagi debitur yang masih memiliki prospek usaha dan itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya, serta penguatan analisis kredit dan sistem deteksi dini risiko.

Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang perkreditan dan penagihan, melakukan penyesuaian target penyaluran agar lebih selektif dan berkualitas, serta menempuh langkah penyelesaian melalui penjualan agunan kredit bagi debitur yang sudah tidak memiliki kemampuan membayar, baik melalui mekanisme lelang maupun cessie piutang.

Dengan berbagai langkah tersebut, PT Delta Artha optimistis kualitas kredit akan semakin membaik, sekaligus menjaga peran perusahaan sebagai motor penggerak pembiayaan daerah yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.