KaMedia – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengamankan pasokan listrik 1.260 MVA untuk mendukung operasional smelter aluminium PT Bosai Minerals Group di Kawasan Industri SIER Pasuruan. Komitmen ini ditegaskan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN dan Bosai Minerals Group pada Jumat (23/1).
Kesepakatan tersebut menandai langkah strategis PLN dalam menopang investasi industri berenergi besar sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat hilirisasi mineral nasional. General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyatakan bahwa MoU ini menjadi fondasi perencanaan pasokan listrik jangka panjang bagi industri smelter yang membutuhkan keandalan tinggi dan kontinuitas daya.
“PLN tidak hanya menjual listrik, tetapi memastikan investasi berjalan. Perencanaan pasokan kami lakukan sejak awal, dari kesiapan sistem, keandalan jaringan, hingga infrastruktur pendukung. Ini bagian dari peran PLN sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi,” tegas Ahmad.
Smelter aluminium Bosai dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 600.000 ton aluminium per tahun. Proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja, sekaligus menciptakan efek berganda bagi perekonomian Jawa Timur melalui pertumbuhan sektor pendukung seperti logistik, jasa, dan manufaktur hilir.
Dari sisi kelistrikan, kerja sama ini mencatatkan tonggak baru. Bosai Minerals Group menjadi pelanggan Konsumen Tegangan Ekstra Tinggi (KTET) pertama di Jawa Timur yang dilayani melalui sistem 500 kV. Langkah ini menegaskan kesiapan infrastruktur kelistrikan nasional untuk melayani industri skala besar dan berteknologi tinggi.
Ahmad menambahkan, kolaborasi ini sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur kelistrikan PLN yang telah dibangun, sekaligus memperkuat daya tarik Jawa Timur sebagai tujuan investasi industri padat energi.
“Ini bukan hanya soal satu proyek, tetapi soal ekosistem industri. Listrik yang andal adalah prasyarat utama industrialisasi,” ujarnya.
Dari pihak investor, Deputy General Manager Bosai Minerals Group, Cao Wenqi, menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik menjadi faktor penentu dalam keputusan investasi perusahaan di Indonesia.
“Industri smelter membutuhkan listrik stabil dan berkualitas tinggi. Kami melihat PLN sebagai mitra strategis yang responsif dan profesional dalam memahami kebutuhan industri hilirisasi,” kata Cao.
Penandatanganan MoU ini juga dihadiri jajaran manajemen PLN pusat dan daerah, serta pengelola Kawasan Industri SIER, yang menegaskan kuatnya sinergi antara penyedia energi, kawasan industri, dan investor.
Dengan pasokan listrik skala besar yang telah diamankan, proyek smelter Bosai dipandang sebagai katalis penting bagi penguatan struktur industri Jawa Timur dan percepatan agenda hilirisasi nasional.











