EkonomiGaya HidupPemerintahan

Perumahan Menjamur Di Sidoarjo, Antara Kebutuhan Hunian dan Tantangan Tata Ruang

×

Perumahan Menjamur Di Sidoarjo, Antara Kebutuhan Hunian dan Tantangan Tata Ruang

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perkim CKTR Sidoarjo, Bachruni Aryawan / Foto : Fifin Jun

KaMedia – Pertumbuhan kawasan perumahan di Kabupaten Sidoarjo kian melesat. Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi hunian terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kota Delta, seiring meningkatnya kebutuhan tempat tinggal masyarakat.

Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Sidoarjo mencatat, hingga awal 2026 jumlah perumahan yang terdaftar mencapai sekitar 535 kawasan. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran 400-an perumahan.

Kepala Dinas Perkim CKTR Sidoarjo, Bachruni Aryawan, menyebut tingginya kebutuhan hunian menjadi faktor utama pesatnya pembangunan perumahan. Selain itu, masuknya pengembang-pengembang baru turut mempercepat laju ekspansi permukiman di

“Ekspansi perumahan hampir terjadi di seluruh wilayah Sidoarjo. Permintaan hunian terus meningkat, terutama dari masyarakat produktif,” ujar Bachruni, Selasa ( 3/2/2026) .

Meski pertumbuhan cukup pesat, Bachruni menegaskan setiap pembangunan perumahan tetap harus melalui mekanisme perizinan yang ketat. Pengembang diwajibkan mengantongi Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) sebelum memulai pembangunan sebagai langkah awal pengendalian tata ruang.

“SKRK menjadi instrumen penting agar pengembangan kawasan tetap sesuai dengan rencana tata ruang daerah,” jelasnya.

Seiring bertambahnya kawasan perumahan, pemerintah daerah juga memperketat aturan pendukung demi menjamin kenyamanan dan kebutuhan dasar warga. Salah satunya, pengembang diwajibkan menyediakan lahan makam minimal dua persen dari total luas kawasan perumahan.

“Ketentuan ini kami terapkan untuk memastikan kebutuhan sosial masyarakat perumahan tetap terpenuhi,” imbuh Bachruni.

Namun demikian, kondisi pasar perumahan di Sidoarjo belum sepenuhnya stabil. Hingga kini, pembangunan masih didominasi rumah tipe 36 dan 45 yang menyasar segmen pekerja perkotaan dan masyarakat berpenghasilan menengah.

Pemerintah daerah pun terus memantau perkembangan tersebut agar pertumbuhan perumahan tetap seimbang dengan ketersediaan infrastruktur, tata ruang, serta kebutuhan sosial masyarakat.