KaMedia – Alih-alih berbicara prestasi, Persid Jember kini resmi tercatat sebagai contoh buruk sepak bola nasional. Ulah suporter yang brutal dan kegagalan total panitia pelaksana membuat PSSI kehilangan kesabaran. Hasilnya, hukuman telak tanpa kompromi.
Panitia Disiplin (Pandis) Grup KK Babak 16 Besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 menjatuhkan vonis keras kepada Persid Jember. Klub tersebut didenda Rp20 juta dan dijatuhi dua laga kandang tanpa penonton, sebuah tamparan keras yang mempermalukan.
Putusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 01/PANDIS-16 BESAR/PSSI-JTM/I/2026 tertanggal 20 Januari 2026. Sidang dipimpin oleh Rohmad Amrulloh, S.H., M.H., bersama H. Samiadji Makin Rahmat, S.Pd., S.H., M.H. dan Dimas Nur Arif Putra Suwandi, S.H., M.H.
Kesimpulan mereka satu, Persid Jember bersalah.
Insiden memalukan itu terjadi usai laga Babak 16 Besar Grup KK melawan Persida Sidoarjo di Stadion Jember Sport Garden, Senin (19/1). Pertandingan berakhir, tetapi kekacauan justru dimulai.Panitia Disiplin mencatat kegagalan total panitia pelaksana dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Lebih parah lagi, suporter Persid Jember menyerang bus tim Persida Sidoarjo dengan lemparan batu.
Pemain dan ofisial tim tamu merasa terancam dan ketakutan, seolah meninggalkan arena pertandingan, bukan stadion sepak bola, melainkan zona bahaya.
Dalam pertimbangan hukumnya, Panitia Disiplin tanpa ragu merujuk Pasal 68 Kode Disiplin PSSI 2025, yang mewajibkan penyelenggara pertandingan menjamin keamanan semua pihak sejak datang hingga pulang. Lebih kejam lagi, Pasal 69 dan Pasal 70 menegaskan bahwa klub tuan rumah bertanggung jawab penuh atas kebrutalan penonton, apa pun alasan dan siapa pun yang lalai.
Dengan dasar itu, Persid Jember resmi dinyatakan melanggar Pasal 68 juncto Pasal 69 juncto Pasal 70 Kode Disiplin PSSI 2025.
Klub harus menanggung dosa suporternya sendiri.
Akibat kegagalan mengendalikan suporter dan buruknya manajemen keamanan, Persid Jember harus menelan hukuman. Denda Rp20 juta, wajib dibayar sebelum laga berikutnya. Panitia Disiplin juga mengeluarkan peringatan keras, jika kekacauan serupa terulang, sanksi yang dijatuhkan akan jauh lebih menghancurkan.
Pesan PSSI sangat jelas, sepak bola bukan panggung kebiadaban. Jika klub tak mampu mengendalikan suporternya, hukuman akan datang tanpa belas kasihan. Persid Jember kini tinggal memilih, berbenah total, atau tenggelam perlahan oleh ulah suporternya sendiri.











