EkonomiHeadlineJatim

Percepat Transisi Energi, PLN Nusantara Power Bangun PLTS Terapung 100 MW di Karangkates

×

Percepat Transisi Energi, PLN Nusantara Power Bangun PLTS Terapung 100 MW di Karangkates

Sebarkan artikel ini
PLN Nusantara Power akan membangun PLTS Terapung Karangkates dengan kapasitas 100 MWac atau 133 MWp melalui entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI). . Proyek ini direncanakan akan selesai pada Januari 2027 / Foto : PLN NP

KaMedia – Upaya mempercepat transisi energi bersih di Indonesia terus diperkuat. PLN Nusantara Power melalui anak usahanya, PLN Nusantara Renewables, resmi mengakselerasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Waduk Karangkates, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Proyek yang dibangun di area Bendungan Sutami itu dirancang berkapasitas 100 MWac atau 133 MWp, dan dikembangkan oleh perusahaan patungan PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI). PLTS terapung ini menjadi salah satu proyek strategis untuk memaksimalkan pemanfaatan aset waduk sekaligus memperkuat bauran energi baru terbarukan nasional.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan proyek ini merupakan langkah penting dalam memperluas pengembangan energi hijau di Tanah Air.

“PLTS Terapung Karangkates bukan sekadar pembangunan pembangkit listrik. Proyek ini mencerminkan kolaborasi, optimalisasi aset negara, serta komitmen bersama untuk menghadirkan masa depan energi yang lebih hijau dan efisien,” ujar Ruly.

Pengembangan proyek ini telah melalui sejumlah tahap penting sejak studi awal dilakukan pada 2021–2022. Tonggak terbaru ditandai dengan Soft Launching Ceremony pada 10 Februari 2026, yang menandai dimulainya fase konstruksi.

Sejumlah dokumen utama seperti KKPR PV Plant, AMDAL, dan KKPR SF telah rampung. Sementara beberapa perizinan lanjutan—antara lain PPKH PV Plant SF, IPSDA, serta sebagian komponen LUA/RAUA, ditargetkan selesai pada Maret 2026. Penataan keramba jaring apung (KJA) di area proyek juga telah diselesaikan pada akhir Januari 2026.

Dari sisi teknis, proses persetujuan desain masih berjalan. Sementara pada tahap pengadaan, material floater untuk kapasitas awal 5 MW telah tiba di lokasi proyek, bersamaan dengan proses fabrikasi modul surya, inverter, dan komponen lainnya.

Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables, Ndaru Tri Hatmoko, menyebut proyek ini tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“PLTS Terapung Karangkates berpotensi melistriki sekitar 100.000 rumah tangga serta menekan emisi karbon hingga 181.700 ton CO₂ per tahun,” kata Ndaru.

Selain menyediakan listrik bersih, proyek ini diperkirakan membuka sekitar 600 lapangan kerja, menarik investasi internasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Kabupaten Malang.

Area waduk yang dimanfaatkan untuk PLTS terapung ini mencapai 71 hektare, atau sekitar 5,3 persen dari total area Waduk Karangkates.

Melalui proyek ini, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya menghadirkan solusi energi bersih yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung target transisi energi dan kemandirian energi nasional Indonesia.