KaMedia – Suasana hangat dan penuh semangat kemanusiaan menyelimuti Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya di Jalan Embong Ploso, Kamis (15/1/2026). Hari itu, Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kota Surabaya masa bakti 2026–2031 resmi dilantik, menandai babak baru pengabdian relawan kemanusiaan di Kota Pahlawan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi hadir langsung dalam pelantikan tersebut. Tak sekadar sebagai kepala daerah, Eri juga datang sebagai Pembina PMI Kota Surabaya yang selama ini aktif mendukung gerak langkah organisasi kemanusiaan tersebut.
Dalam sambutannya, Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas kinerja PMI Surabaya yang dinilai konsisten menjadi yang terbaik di tingkat nasional, khususnya melalui Unit Donor Darah (UDD).
“Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya merupakan yang terbaik di Indonesia. Bahkan, Jawa Timur sangat bergantung pada Surabaya sebagai penopang utama layanan donor darah,” ujar Eri.
Ia pun mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus dan Dewan Kehormatan yang baru dilantik. Menurutnya, kehadiran wajah-wajah baru dalam kepengurusan menjadi bagian penting dari regenerasi organisasi agar PMI terus relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman.
“Pelantikan ini menghadirkan energi baru. Regenerasi sangat penting agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dan peduli terhadap kegiatan kemanusiaan. Namun, peran pengurus lama juga tetap dibutuhkan sebagai penjaga nilai dan pengalaman,” katanya.
Di bawah kepemimpinan Ketua PMI Kota Surabaya terpilih, Lilik Arijanto, Eri berharap PMI Surabaya mampu mempertahankan prestasi sekaligus memperluas manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan, sinergi antara PMI, relawan, dan Pemerintah Kota Surabaya selama ini telah terjalin kuat.
“Kami selalu bergerak bersama. Pemkot Surabaya mendukung berbagai kebutuhan PMI, termasuk layanan darah dan fasilitas pendukung lainnya,” tutur Eri.
Ia juga menyinggung besarnya dukungan masyarakat terhadap PMI, mulai dari relawan hingga donasi sarana seperti ambulans. Semua itu, menurutnya, lahir dari satu nilai yang sama: kemanusiaan.
Ke depan, Pemkot Surabaya berkomitmen memperkuat kolaborasi PMI dengan Program Kampung Pancasila. Integrasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan kemanusiaan hingga tingkat kampung sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk rutin mendonorkan darah.
“PMI adalah organisasi kemanusiaan. Setiap programnya harus berorientasi pada membantu sesama dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Eri.
Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo menyebut pelantikan tersebut sebagai momentum strategis hasil Musyawarah Kota Surabaya. Ia mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Surabaya yang dinilai berhasil membawa PMI Surabaya menjadi rujukan nasional.
“PMI Kota Surabaya tidak hanya unggul dalam kinerja, tetapi juga menjadi yang pertama di Indonesia yang memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB),” ungkap Imam.
Ia menjelaskan, standar CPOB yang telah dicapai memenuhi ketentuan internasional, baik dari sisi peralatan, tata kelola, maupun prosedur operasional. Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan pengolahan plasma darah yang kini dimanfaatkan hingga tingkat nasional dan internasional.
“Standar ini harus dijaga dengan konsisten karena menjadi kekuatan besar PMI Surabaya,” ujarnya.
Imam juga menyoroti kuatnya sistem pembinaan relawan di Surabaya yang dinilai lengkap dan terstruktur. Kepada pengurus baru, ia berpesan agar bekerja berlandaskan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PMI.
“Pengurus PMI adalah relawan. Semangat pengabdian, kepatuhan pada aturan, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana harus selalu dijaga, terutama di tengah cuaca ekstrem yang sering terjadi,” terangnya.
Ketua PMI Kota Surabaya terpilih, Lilik Arijanto, menegaskan komitmennya untuk segera memperkuat organisasi dan meningkatkan standar pelayanan minimal. Dalam waktu dekat, PMI Surabaya akan fokus menyelaraskan program kerja dengan Kampung Pancasila.
“Kami ingin program PMI benar-benar dirasakan hingga lapisan masyarakat paling bawah,” ujar Lilik.
Ia optimistis, jaringan relawan PMI yang telah tersebar di seluruh kecamatan di Surabaya dapat menjadi motor penggerak lahirnya relawan-relawan baru.
“Dengan integrasi program dan penguatan relawan, kami yakin dampak kinerja PMI Surabaya ke depan akan semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.











