KaMedia – Sorot mata anak-anak tampak berbinar saat mereka menyapa para petugas kereta api. Ada yang penasaran dengan seragam masinis, ada pula yang antusias bertanya bagaimana kereta bisa melaju dengan aman hingga sampai tujuan. Momen sederhana itu menjadi bagian dari cara PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya merayakan Hari Anak Nasional.
Pada Kamis (23/7), KAI Daop 8 Surabaya menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif dan menghibur yang mengajak anak-anak mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian. Perayaan dimulai sejak pagi melalui kegiatan sapa pelanggan di Stasiun Surabaya Gubeng. Anak-anak yang sedang bepergian bersama keluarga maupun berada di dalam kereta mendapat suvenir sebagai kenang-kenangan, sekaligus menghadirkan suasana hangat di tengah perjalanan mereka.
Keceriaan berlanjut di Cinema XXI Grand City Surabaya. Sebanyak 250 siswa dari delapan sekolah berkumpul mengikuti kegiatan yang dirancang tidak hanya menghibur, tetapi juga membuka wawasan tentang berbagai profesi di balik operasional kereta api.
Di hadapan anak-anak, sosok masinis, kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), prama dan prami kereta api, hingga petugas Customer Service berbagi cerita tentang pekerjaan mereka. Anak-anak bebas bertanya, mulai dari tugas seorang masinis hingga bagaimana seluruh petugas bekerja sama memastikan setiap perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu.
Deputy KAI Daop 8 Surabaya, Rachmad Zaini Kurniawan, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menginspirasi generasi muda.
“Hari Anak Nasional bukan sekadar momentum perayaan, tetapi juga kesempatan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, KAI ingin mengenalkan berbagai profesi di dunia perkeretaapian, menumbuhkan kecintaan terhadap transportasi publik sejak dini, sekaligus memberikan inspirasi kepada anak-anak mengenai pentingnya peran setiap profesi dalam mendukung perjalanan kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya.
Tak hanya belajar, anak-anak juga diajak mengikuti berbagai permainan interaktif yang melatih kerja sama, kreativitas, dan keberanian. Gelak tawa mereka memenuhi ruangan, menciptakan suasana akrab antara peserta dan para petugas KAI.
Sebagai penutup, seluruh peserta menikmati pemutaran film Anak-Anak Bambu. Momen menonton bersama menjadi akhir yang hangat dari rangkaian kegiatan yang tak sekadar menghibur, tetapi juga meninggalkan pengalaman baru bagi para peserta.
Perayaan Hari Anak Nasional kali ini juga melibatkan berbagai mitra, di antaranya MS Glow, KidZania, Hotel Grand Whiz Praxis, dan KAI Commuter. Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi untuk menghadirkan kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak.
Bagi KAI Daop 8 Surabaya, memperingati Hari Anak Nasional bukan hanya tentang merayakan satu hari dalam kalender. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cara perusahaan menghadirkan ruang belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mengajak anak-anak berani bermimpi tentang profesi yang ingin mereka tekuni di masa depan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta menginspirasi anak-anak untuk berani bercita-cita. KAI ingin menghadirkan kereta api bukan hanya sebagai moda transportasi, tetapi juga sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama generasi penerus bangsa,” tutup Zaini.











